Kalimantan Timur
Pemprov Dukung Percepatan Pembangunan Jalur SUTT

Ichwansyah bersama peserta rapat percepatan pembangunan jaringan listrik Berau.(ist)

 

Pemprov Dukung Percepatan Pembangunan Jalur SUTT

 

BERAU – Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Biro Infrastruktur dan Sumber Daya menggelar rapat pembahasan percepatan pengadaan tanah untuk kepentingan umum di Kabupaten Berau. Khususnya percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt Tanjung Redeb - Tanjung Selor dan jalur Gardu Induk (GI) 150 kilo Volt Lati - Tanjung Redeb.

 

Dalam rapat pembahasan itu, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim H Ichwansyah meminta semua pihak mendukung penyelesaian pembangunan jaringan listrik Berau ini. Menurut dia, pembangunan jaringan ini sebagai upaya pemerintah sekaligus jaminan ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat Berau yang berada di kawasan pedalaman dan pinggiran.

 

“Pembangunan jalur SUTT ini kepentingan umum khususnya upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat untuk listrik,” katanya di Berau, Kamis (14/12). Ichwansyah meminta perlu dikonfirmasi apakah tanah yang telah dibebaskan PLN masuk dalam rencana area penambangan PT Berau Coal, PT Gawi Makmur Kalimantan dan PT Baroqah Bumi Abadi.

 

Apabila termasuk ujarnya, maka segera ditindaklanjuti dengan penyelesaian perjanjian kedua belah pihak. Selain itu, perlu dilakukan penyelesaian kewajiban IPPKH PLN kepada PT Tanjung Redep Hutani. Terhadap rencana tapak tower PLN yang melintasi area izin lokasi perkebunan PT Anugerah Energitama (AE).

 

Maka, diharapkan kepastian dari BPN tentang penerbitan HGU untuk AE dikarenakan area yang sama diklaim KUD Alam Birang, sehingga PLN belum bisa melaksanakan pembayaran ganti kerugian lahan. Sementara itu,  jalur SUTT 150 kV Lati-Tanjung Redep maka SUTT melewati area penambangan aktif PT Berau Coal dimana PLN akan melakukan re-route jalur SUTT 150 kV.

 

Sedangkan akses jalan masuk PLTU Berau untuk rencana jalan akses PLTU Berau melewati area Hutan Kota Tangap Berau perlu penentuan mekanisme pengadaan tanah. Untuk jalur SUTT 150 kV Muara Wahau - Tanjung Redeb, SUTT melewati area penambangan aktif PT Berau Coal, dimana PLN akan melakukan re-route jalur SUTT 150 kV

 

“Diharapkan proses pembangunan dapat dilaksanakan secara paralel dengan proses administrasi yaitu proses perjanjian pinjam pakai, perjanjian penggunaan lahan bersama (PPLB) atau proses lainnya,” harap Ichwansyah. Hadir Kepala BIN Daerah Kaltim, Ketua TP4D Kejati Kaltim, Kepala Dinas ESDM dan Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Setdaprov Kaltim.

 

Kepala Bidang Penanganan Masalah dan  Pengendalian Pertanahan Kanwil BPN Kaltim, Kepala Bappeda Kabupaten Berau dan  Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Berau. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Berau, Kepala BPN Kabupaten Berau, Kepala Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Berau, GM PT PLN (Persero) UIP Kalimantan Bagian Timur.

 

Manager PT PLN (Persero) UPP Kalimantan Bagian Timur 1, Pimpinan PT Anugrah Energitama, Pimpinan PT Berau Coal, Pimpinan PT Tanjung Redeb Hutani, Pimpinan PT Gawi Makmur Kalimantan dan Pimpinan PT Baroqah Bumi Abadi. (yans/sul/ri/adv)

 

 

Berita Terkait