Kalimantan Timur
Pemprov Sambut Apresiasi Pusat Dukung Maloy

Pemprov Sambut Apresiasi Pusat Dukung Maloy

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, salah satunya KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Economic Zone (MBTKEZ) di Kabupaten Kutai Timur.  

Ada delapan daerah termasuk Kaltim yang menjadi perhatian pemerintah pusat, yakni Tanjung Lesung Banten. Sei Manke Sumatera Utara, Palu Sulawesi Tengah, Bitung Sulawesi Utara,  Mandalika Nusa Tenggara Barat, Morotai Maluku Utara, Tanjung Api Api Sumatera Selatan dan Maloy Batuta Trans Kalimantan Economic Zone (MBTKEZ) di Kaltim.

“Prinsipnya Pemprov Kaltim sangat senang Kaltim menjadi salah satu prioritas pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus yang dilakukan pemerintah pusat. Alhamdulillah dari delapan kawasan yang didukung, Maloy termasuk di dalamnya,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (6/11).

Selanjutnya, Kaltim masih menunggu dukungan dan langkah apa yang akan diberikan pusat. Namun Awang berusaha realistis karena APBN tentu tidak hanya untuk Kaltim tetapi harus disebar juga ke provinsi lain dari Sabang sampai Merauke. “Yang jelas kita masih menunggu dan bersabar. Semoga dukungan APBN bisa terus berlanjut ke Maloy,” jelasnya.

Menurut dia, saat ini di MBTKEZ sudah tersedia sejumlah fasilitas pendukung, yakni tangki timbun dan penampungan air bersih serta pelabuhan. Bahkan, akses jalan menuju Maloy juga telah dibangun. Badan pengelola juga terus memadukan kerjasama dengan perusahaan pendukung industri di dalam kawasan. Pembangunan infrastruktur dalam kawasan juga dilakukan oleh  Pemprov Kaltim.

“Alhamdulillah Maloy sekarang semakin maju,” jelasnya.

Lanjut Awang, kawasan ekonomi kelak akan memberikan pengaruh ekonomi yang sangat besar.  Kondisi ini akan berdampak sangat baik kepada masyarakat. "Dukungan pusat ini tentu harus kita sambut dengan gembira," ujar Awang.

Selain itu, Kaltim juga memiliki kawasan ekonomi strategis nasional, yakni Kawasan Industri Kariabu (Kawasan Industri Kariangau di Kota Balikpapan dan Buluminung di Kabupaen Penajam Paser Utara/PPU), kawasan industri atau klaster industri berbasis gas dan kondensat di Kota Bontang serta kawasan ekokomi khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan Economic Zone (MBTKEZ) di Kabupaten Kutai Timur.

Gubernur menjelaskan salah satu kawasan yang saat ini sudah mendapat dukungan penuh pemerintah pusat serta siap dibangun dengan investasi pengusaha dari Rusia yakni kawasan industri Buluminung di PPU yang terintegrasi dengan KIK Balikpapan.

Untuk diketahui, baru-baru ini pemerintah pusat mengumumkan paket kebijakan ekonomi keenam  yang menitik beratkan salah satunya pada pengembangan 8 kawasan ekonomi khusus oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta.

Tujuan dari program tersebut, yakni untuk pengolahan sumber daya alam yang terdapat di daerah itu. Delapan kawasan ekonomi itu ditetapkan melalui peraturan pemerintah menjadi wilayah khusus yang akan dikembangkan. (jay/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait