Kalimantan Timur
Pemuda Harus Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Rakor Kepemudaan se Kaltim

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menaruh harapan besar kepada pemuda di daerah ini, agar memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, pembangunan kepemudaan sangat diperlukan di daerah dengan tujuan untuk terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia. sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka NKRI.

Untuk mencapai tujuan pembangunan kepemudaan tersebut, maka wajib pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk bersinergi dalam pelaksanaan pelayanan kepemudaan.

“Hal ini sesuai dengan Undang-Undang RI Pasal 9 Nomor 40/2009, yang menyatakan pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat berkewajiban untuk bersinergi dalam melaksanakan pelayanan kepemudaan. Dengan demikian, saya berharap pemuda di Indonesia di masa depan, terutama di daerah ini harus memiliki jiwa kepemimpinan, sehingga mampu mewujudkan cita-cita bangsa, yakni terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan adil,” kata Awang Faroek Ishak melalui Kepala Biro Sosial Setprov Kaltim Syafrian Hasani usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kepemudaan se-Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (27/8).

Menciptakan jiwa pemuda yang berkualitas dan mampu menjadi pemimpin masa depan, maka perlu adanya pelayanan kepemudaan yang baik, yakni dengan cara memberikan program-program kegiatan yang diarahkan bagi upaya bimbingan dan pembinaan kepada pemuda yang meliputi penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepeloporan pemuda.

Karena itu, diperlukan upaya-upaya bersama dan terpadu atau sinergi antar pemangku kepentingan dengan lembaga kepemudaan melalui kemitraan berbasis program pelayanan kepemudaan dalam meningkatkan daya saing pemuda.

”Makanya, kami menyambut baik rapat koordinasi ini sebagai upaya kita bersama dalam meningkatkan koordinasi dan menghimpun berbagai masukan dari para pemangku kepentingan, sehingga dapat diperoleh keputusan dan masukan-masukan yang berarti menyangkut mekanisme perencanaan, penganggaran, program kerja serta kebijakan dan kesepakatan lain yang lebih terpadu, transparan, lebih mengena dan lebih menyentuh kepentingan pembangunan kepemudaan di daerah,” jelasnya.

Menurut dia, pemuda sebagai agen perubahan, penerima estafet keberlanjutan pembangunan dan asset pembangunan jangka panjang memiliki posisi yang strategis dalam kerangka pembangunan, baik di daerah maupun untuk bangsa.

Hal ini telah dibuktikan dalam perjalanan sejarah pembangunan bangsa Indonesia hingga sekarang.  Karena, pemuda selalu memiliki dan mengambil peran dalam setiap sukses pembangunan.

”Ini mengingat adanya potensi berupa karakteristik yang dimiliki pemuda, yakni adanya semangat gotong-royong, kejuangan, kesukarelaan, tanggung jawab dan ksatria, serta memiliki sifat kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis, reformis, dan futuristic atau berpikiran jauh ke masa depan,” jelasnya.

Karena potensi karakteristik yang harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama para pemangku kepentingan dan lembaga kepemudaan. Maka perlu adanya pembinaan dan bimbingan kepada pemuda, sebab potensi tersebut bila dibina, dibimbing dan dikembangkan dengan baik akan menjadi modal dan investasi berdimensi jangka panjang bagi pembangunan bangsa pada umumnya.

Sebaliknya, bila diabaikan potensi tersebut, tidak mustahil potensi positif itu dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Misal, meningkatnya peredaran dan penggunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Narko-ba/NAPZA), pergaulan bebas, HIV-AlDS, pornografi, perdagangan manusia, serta ancaman menurunnya kualitas moral, konflik sosial, kenakalan remaja, perkelahian pelajar dan mahasiswa, tindak kriminatas.

”Kaltim di masa depan akan semakin maju dan berkembang dengan ditetapkannya Kaltim sebagai wilayah strategis kawasan pembangunan ekonomi. Apalagi Indonesia akan menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015 yang menjadikan ASEAN sebagai kawasan pasar terbuka dengan basis produksi melalui aliran produk barang dan jasa, serta arus investasi yang akan bergerak bebas. Karena itu, peran pemuda sangat besar dalam menyambut persaingan pasar terbuka tersebut, sehingga perlu adanya pembinaan yang kuat dalam menghadapi pasar terbuka tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Kepemudaan Biro Sosial Setprov Kaltim Ahmad Suhaidy mengatakan kegiatan tersebut diikuti seluruh unsur pemuda di Kaltim dan instansi terkait di kabupaten/kota se Kaltim sebanyak 150 orang, terutama DPD KNPI Kaltim yang juga sebagai narasumber.

”Kami berharap dengan adanya rakor ini sebagai upaya bersama dalam meningkatkan koordinasi dan menghimpun berbagai masukan dari para pemangku kepentingan, sehingga dapat diperoleh keputusan dan masukan-masukan yang berarti menyangkut mekanisme perencanaan, penganggaran, program kerja serta kebijakan demi pembangunan kepemudaan di Kaltim,” jelasnya.(jay/hmsprov)

//Foto: Kepala Biro Sosial Setprov Kaltim Syafrian Hasani menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepemudaan se Kaltim. (jaya/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait