Kalimantan Timur
Penanganan Penyandang Autis Dilakukan Secara Khusus

Seminar Penangulangan Autis

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroekm Ishak mengatakan, Pemprov Kaltim menaruh perhatian serius pada bidang kesehatan dengan menekankan pada peningkatan pelayanan kesehatan pada masyarakat.
"Peningkatan pelayanan tersebut tidak terkecuali pada para penyandang autis yang penanganannya perlu kita lakukan secara khusus, terpadu dan berkesinambungan," kata Gubernur Awang Faroek Ishak saat membuka seminar penangulangan autis yang disampaikan Asisten III Bidang Kesra Sekprov Kaltim H Bere Ali, di ruang Ruhui Rahayu, Sabtu (12/10).
Dengan digelarnya seminar penanganan autis, Pemprov Kaltim memberikan apresiasi yang tinggi kepada Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI ) Kaltim  yang turut memberikan perhatiannya pada penanganan masalah penyandang autis.
Karena  penanganan masalah autis terbilang kompleks yang memerlukan kesabaran dan keikhlasan, di samping mengaplikasikan teknik-teknik terapi, yakni terapi treatment komprehensif yang umumnya meliputi; Terapi Wicara (Speech Therapy), Okupasi Terapi (Occu-pational Thera-py) dan Applied Behavior Analisis (ABA) untuk mengubah serta memodifikasi perilaku penyandang autis.
"Saya memberi dukungan bagi eksistensinya PAEI di masa depan, karena tujuan pendirian organisasi ini sanga mulia turut meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.
Untuk mencapai tujuan yang mulia  tersebut, PAEI melaksanakan upaya-upaya kesehatan, menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang kesehatan, khususnya epidemiologi.
Sementara itu Panitia Penyelenggara Seminar Andi Oman mengatakan, tujuan digelar seminar ini untuk menyatukan penangulangan autis secara dini, karena masing-masing anak membutuhkan penanganan yang berbeda.Karena penanganan  anak autis  selain bersifat individual juga harus mengedepankan kepeduliaan terutama berlaku pada orang tua.
“Mereka harus turut memberikan penanganan. Jangan sepenuhnya diserahkan pada para terapis atau di sekolah saja,’’ ujarnya.(sar/hmsprov).

Asisten III Bidang Kesra Sekprov Kaltim H Bere Ali menyampaikan sambutan di hadapan para peserta seminar penanggulangan autis. (sarjono/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait