Kalimantan Timur
Pendidikan Lalu Lintas Masuk Pelajaran PKN

Jajaran Disdik Kaltim bersama Polda Kaltim menunjukkan lima jari sebagai tanda Stop Kecelakaan Berlalulintas.(masdiansyah/humasprov kaltim)

 

Pendidikan Lalu Lintas Masuk Pelajaran PKN

 

SAMARINDA - Rendahnya kesadaran berlalu lintas memicu tingginya jumlah pelanggaran yang berakibat bertambahnya jumlah kecelakaan lalu lintas bahkan hilangnya nyawa terutama di kalangan pelajar. Pemerintah melihat perlu adanya langkah yang lebih konkrit dalam upaya menurunkan angka kecelakaan berlalulintas sekaligus meningkatkan pemahaman keamanan, keselamatan dan etika berlalulintas di kalangan pelajar. 

 

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Kaltim dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kaltim Sudirman pada Workshop Desiminasi Pendidikan Lalu Lintas Terintegrasikan Mata Pelajaran PKN di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (18/10). 

 

Menurut dia, keamanan dan etika tertib berlalulintas harus diketahui bahkan dipahami masyarakat secara umum sejak usia dini khususnya pelajar. "Pelajar harus mengetahui nilai-nilai etika dan disiplin berlalulintas terutama menghargai keselamatan dirinya dan nyawa orang lain," katanya. 

 

Diharapkan, masuknya pendidikan berlalulintas di mata pelajaran sekolah dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas mampu menciptakan generasi berbudaya dan tertib berlalulintas.  

 

Sementara  Kasubdit Keamananan dan Keselamatan Dirlantas Polda Kaltim AKBP Parjoko mengemukakan desiminasi pendidikan berlalulintas diintregasikan ke mata pelajaran pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk menekan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas bagi remaja dan pelajar.  

 

"Materi bagaimana mengantisipasi kecelakaan yang kerap menimpa terutama pelajar yang tidak taat dalam berlalu lintas seperti tidak menggunakan helm, tidak melengkapi kelengkapan kendaraan, melanggar rambu-rambu, ugal-ugalan di jalan serta belum memiliki surat izin mengemudi," ujar Parkoko.

 

Untuk itu lebih dulu tambahnya, para guru diberi bekal agar memahami dasar keselamatan berlalulintas dan  meneruskan pemahaman berlalulintas kepada anak didik sehingga tepat sasaran. Workshop kerjasama Dinas Pendidikan Kaltim dan Polda Kaltim diikuti 300 peserta terdiri tenaga pengajar tingkat SD, SMP dan SMA/SMK dan kegiatan diselenggarakan selama dua hari (18-19 Oktober). (yans/sul/es/humasprov)

 

Berita Terkait