Kalimantan Timur
Peringatan Harganas XXV Tahun 2018, Keluarga Pilar Pembangunan Bangsa

Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad menyampaikan sambutan pada Peringatan Harganas di Kutim.

SANGATTA – Keluarga adalah pilar pembangunan bangsa sebab keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi asah, asih dan asuh generasi penerus bangsa. Hal itu ditegaskan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tahun 2018 Provinsi Kaltim di Graha Expo Centre Bukit Pelangi Sangatta Kutai Timur, Selasa  (17/7).

Menurut dia, momen Harganas mengingatkan bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat sekaligus wahana pertama dan utama bagi penyemaian karakter bangsa. "Keluarga menjadi wadah sempurna untuk menanamkan nilai atau karakter integritas, etos kerja dan gotong royong yang dibangun sejak dini. Bahkan sejak kehamilan, kelahiran dan masa tumbuh kembang anak," katanya.

Pembentukan karakter sejak dini lanjutnya, wadah untuk menyakinkan keluarga bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan upaya strategi relevan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya keluarga dan pengasuhan tumbuh kembang anak sejak dini.

Selain itu, penguatan delapan fungsi keluarga yakni fungsi agama, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi serta pembinaan lingkungan merupakan landasan untuk mewujudkan generasi mendatang yang memiliki kualitas tinggi, berkarakter dan berakhlak mulia.

Gubernur mengingatkan zaman yang semakin modern tidak berbanding lurus dengan kualitas karakter  anak-anak zaman sekarang. "Pengaruh media informasi yang berlimpah tanpa saringan yang ketat, pengaruh gadget, yang membuat anak-anak dan orang dewasa mejadi individualistis dan egosentris," jelasnya.

Ditambahkannya, untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, melahirkan generasi yang baik dan berkualitas harus dimulai dari perencanaan yang baik. "Untuk itu perlu dibiasakan memulai rencana dalam keluarga dan membiasakan membuat rencana yang baik dan terprogram,” ujarnya.(yans/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait