Kalimantan Timur
Pertahankan NKRI Harga Mati

 

Pertahankan NKRI Harga Mati

 

SAMARINDA - Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus menjadi harga mati bagi setiap warga di Indonesia. Bahkan, terdepan dalam berjuang mempertahankan NKRI diharapkan adalah para pemuda. Pemuda Kaltim diharapkan tidak terpecah-belah, tercerai-berai hingga merusak nilai-nilai kebangsaan.

 

"Kondusifitas daerah saat ini mencerminkan bahwa keutuhan NKRI di Kaltim semakin baik. Karena itu, pemuda diharapkan dapat mempertahankan itu. Jangan sampai pemuda menjadi jurang kehancuran negara ini," kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Ahad (2/12).

 

Awang meminta agar para pemuda bersatu menjaga persatuan dan kesatuan negara ini. Apalagi, saat ini masih ada gerakan yang mencoba-coba merusak keutuhan NKRI. Bahkan, saat ini pemuda juga mulai dirusak dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dampaknya pemuda Indonesia tidak memiliki kekuatan dalam membangun negara ini dengan baik. 

 

"Saya minta pemuda di Kaltim lebih jeli melihat gerak para pihak yang ingin merusak keutuhan bangsa ini. Karena motif mereka bermacam-macam. Mulai dengan narkoba bahkan menyusup dengan paham-paham radikal hingga paham komunis. Mudah-mudahan pemuda di Kaltim mampu melawan itu," tegasnya.

 

Pemuda Kaltim diharapkan lebih kreatif dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah, bukan sebaliknya justru menjadi bagian penghancur keutuhan bangsa dan negara dengan paham-paham radikalisme serta terlibat dalam jaringan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. (jay/sul/ri/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation