Kalimantan Timur
PKP2A LAN III Samarinda Ajak Masyarakat, Mari Berinovasi untuk SKM Bersih dan Sehat

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat menyerahkan bantuan perahu kepada pimpinan komunitas GMSS SKM, Misman. Perahu dimanfaatkan untuk membersihkan sampah yang masih banyak larut di Sungai Karang Mumus. (DOK/HUMASPROV)

 

PKP2A LAN III Samarinda Ajak Masyarakat, Mari Berinovasi untuk SKM Bersih dan Sehat

 

SAMARINDA - Sungai Karang Mumus (SKM) ke depan diharapkan dapat menjadi ikon Samarinda. Lebih jauh SKM  diharapkan bisa menjadi perhatian masyarakat nasional maupun internasional ketika berkunjung ke ibukota Kaltim. Apalagi, jika pemerintah dan masyarakat saling mendukung menata SKM. 

 

Demikian inisiatif Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (PKP2A III LAN) Samarinda untuk mengawal kerja pemerintah wujudkan SKM sehat dan bersih.  Kepala Perwakilan PKP2A III LAN Mariman Darto saat menggelar konferensi pers di Kantor LKBN Antara Kaltim, Selasa (5/12) mengajak agar semua pihak  mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan SKM yang bersih dan sehat. Artinya, ada inovasi baru yang perlu diterapkan agar menciptakan SKM yang mampu memberikan nilai ekonomi yang tinggi dan berwawasan lingkungan.

 

"Karena itu, dalam waktu dekat PKP2A III LAN Samarinda akan melaksanakan workshop merumus Karang Mumus yang bersih. Workshop diharapkan dapat menciptakan satu inovasi di mana semua pihak bergerak untuk wujudkan SKM yang bersih dan sehat serta memiliki nilai ekonomi berwawasan lingkungan," kata Mariman Darto. 

 

Mariman mengatakan optimalisasi peran masyarakat dan semua pihak, baik swasta dan pemerintah sangat diperlukan untuk mendukung wujudkan gerakan inovasi SKM. Hal ini dilakukan PKP2A III LAN Samarinda, karena saat ini problema yang terus berlangsung di bantaran SKM adalah masih kurang pedulinya masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan kurangnya partisipasi berbagai pihak dalam melaksanakan program. 

 

"Melalui workshop ini kami harapkan dapat dirumuskan inovasi bagaimana SKM ke depan menjadi obyek yang sangat dibanggakan dan mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Contoh, tentu masyarakat bisa hidup bersih dan sehat dengan tidak lagi membuang sampah di sungai. Termasuk tak lagi membuang air besar dan kecil di sungai atau jamban. Rumah sudah menghadap ke sungai," jelasnya.

 

Workshop rencana akan dilaksanakan 9 Desember 2017. Selain itu, untuk diketahui dukungan terhadap penataan SKM sudah digalakkan Pemprov Kaltim yang dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltim dengan program pemberian toilet darat bagi warga SKM. Diharapkan melalui bantuan itu dapat mewujudkan SKM yang bersih dan sehat. 

 

Sedangkan aksi komunitas masyarakat juga sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu melalui Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS) SKM pimpinan Misman. (jay/sul/ri/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation