Kalimantan Timur
Puji Perhatian Gubernur

Dies Natalis Akademi Farmasi Samarinda

SAMARINDA - Direktur Akademi Farmasi Samarinda Fahmi Supomo mengakui, perhatian besar Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak untuk pembangunan bidang pendidikan sangat dirasakan para mahasiswa maupun dosen di akademi farmasi pertama di Samarinda itu.

Sejak diresmikan pada tahun 2001 oleh gubernur Kaltim kala itu, H Suwarna Abdul Fatah, akademi farmasi yang dimotori para alumni Universitas Gajah Mada (UGM)  tersebut hingga saat ini telah meluluskan tidak kurang dari 602 lulusan.

Akademi farmasi yang kini mengangkat misi menjadi institusi unggulan bidang pelayanan kefarmasian pada tahun 2020 dan penelitian obat tradisional itu pun bertekat untuk terus menciptakan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi dan siap bersaing untuk mengisi pasar kerja, bahkan melahirkan lulusan-lulusan yang mampu melahirkan lapagan kerja bagi masyarakat yang lain.

"Para alumni terpanggil dalam semangat yang sama untuk memberikan kontribusi kepada daerah ini khususnya untuk melahirkan tenaga-tenaga bidang farmasi yang andal dan berkualitas. Alhamdulillah setelah 13 tahun berjalan, kami sudah meluluskan 602 Ahli Madya Farmasi. Saat ini mereka sudah tersebar di seluruh kabupaten/kota, termasuk kabupaten/kota di wilayah utara," kata Fahmi pada Dies Natalis Akademi Farmasi Samarinda XIII di Ruang Rembulan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahrani Samarinda, Minggu (23/11).

Fahmi Supomo menjelaskan, di era kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak atau tepatnya sejak tahun 2009, sebanyak 40 mahasiswa mereka mendapat bantuan  Pemprov Kaltim. Mereka merupakan putra-putri terbaik dari kabupaten/kota yang seluruh biayai kuliah maupun biaya hidup serta fasilitasnya ditanggung oleh Pemprov Kaltim. Saat ini, 40 mahasiswa tersebut sudah lulus dan beraktifitas di daerah masing-masing. Sementara bagi para dosen, mereka  menerima bantuan dalam bentuk dana-dana stimulan.

Bantuan Pemprov Kaltim kepada para mahasiswa hingga saat ini pun masih terus berlanjut dalam skema bantuan Beasiswa Kaltim Cemerlang.

"Bukan hanya para mahasiswa, bantuan Pemprov Kaltim ini juga dirasakan langsung oleh para dosen kami untuk melanjutkan program S2. Komitmen gubernur  ini tentu sangat membantu mahasiswa dan dosen-dosen kami," puji Fahmi.

Fahmi menambahkan, kerjasama hingga saat ini juga terus dilakukan Akademi Farmasi Samarinda dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim  melalui penelitian terapan dosen perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTN-PTS).

Tahun lalu, kerjasama dilakukan untuk tiga penelitian, yakni penelitian yang mengangkat kearifan lokal bawang tiwai menjadi sediaan granul effervesent (serbuk kasar mengandung obat), sampo penumbuh rambut dari seledri dan penelitian tentang ayam herbal. 

"Semua penelitian yang kami lakukan hingga melahirkan berbagai produk yang sehat dan bermanfaat itu bisa menjadi pilihan masyarakat. Inilah sedikit bentuk kontribusi kami sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat," sambung Fahmi.

Sementara terkait dies natalis dan seminar yang mengangkat tema "Memahami Kompetensi dan Legalitas Ahli Madya Farmasi Sebagai Tenaga Tehnis Kefarmasian", Fahmi menjelaskan, kegiatan ini sekaligus ingin merangkul semua lulusan akademi ini untuk bersama-sama membangun akademi farmasi yang berlokasi di Jalan Abdul Wahab Sjahranie No 226 Samarinda. 

"Saat ini kami menambah mata kuliah kewirausahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Harapannya, lulusan kami bukan hanya kompeten menjadi pekerja, tetapi juga produktif untuk membuka lapangan kerja," pungkasnya.

Kerjasama lebih lanjut dengan Pemprov Kaltim ke depan masih sangat diharapkan, khususnya untuk melakukan berbagai penelitian dan dukungan penyiapan laboratorium yang lebih representatif. (sul/hmsprov)

Berita Terkait