Kalimantan Timur
Rakornis Pariwisata se-Kaltim 2018, Pariwisata Pengganti Migas dan Batubara

Muhammad Sa’bani memukul gong tanda dimulainya Rakornis Pariwisata 2018.(ist)

 

TANAH GROGOT – Kaltim memiliki potensi pariwisata yang sangat baik dan digadang-gadang akan menggantikan sektor minyak dan gas bumi (migas) serta batu bara yang akan habis. Namun, upaya optimal harus dilakukan secara serius agar mampu menghasilkan pendapatan yang besar bagi daerah dan masyarakat dari meningkatnya jumlah wisatawan. Hal tersebut ditegaskan Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim HM Sa’bani saat mewakili Gubernur Kaltim pada Rapat Koordinasi Teknis Pariwisata se-Kaltim 2018 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Paser, Kamis (1/3).

 

Menurut dia, sektor pariwisata kalau dieksploitasi secara maksimal akan menjadi salah satu lokomotif ekonomi Kaltim yang berkelanjutan dan terbarukan. “Pariwisata harus mampu menambah dan menarik lebih banyak wisatawan ke Kaltim,” katanya. Karenanya, seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata harus mengubah pola pikir dan bekerja optimal dalam pembangunan, pengelolaan serta pengembangan pariwisata.

 

Pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan masa depan terutama dalam meningkatkan pendapatan daerah hingga berimbas pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Maka, semua stakeholders terkait di daerah hendaknya tidak hanya berwacana dan berpikir tetapi lebih pada bekerja dan membangun sinergi yang lebih baik. “Kalau kita hanya berpikir maka tidak akan jalan. Tetapi perlu bangun sinergi lintas sektor dan lintas daerah agar potensi pariwisata bisa dikelola secara optimal,” harapnya.

 

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Promosi dan Kerjasama Dispar Kaltim Agung Masuprianggono mengemukakan rakornis untuk membangun kesepahaman dan sinergi dalam membangun pariwisata di Kaltim. Rakornis dilaksanakan tiga hari (28 Februari - 2 Maret) bertema Penguatan Keterpaduan Pembangunan Pariwisata untuk ekonomi Kaltim yang lebih maju dengan peserta 100 orang terdiri dinas pariwisata serta PHRI/Asita kabupaten dan kota se-Kaltim. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait