Kalimantan Timur
RSJD AHM Samarinda Tingkatkan Pelayanan

 

RSJD AHM Samarinda Tingkatkan Pelayanan 

 

SAMARINDA - Sebagai salah satu rumah sakit daerah khusus pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Rumah Sakit Jiwa daerah (RSJD)  Atma Husada Mahakam, (RSJD-AHM)  Samarinda terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui layanan clinical pathway. 

 

Direktur RSJD Atma Husada Mahakam, dr Padilah Mante Runa mengatakan,  setelah  mendapat Akreditasi Paripurna dari Kemenkes 2016 lalu, pihaknya semakin termotivasi untuk terus meningkatkan mutu pelayanan  dan keselamatan pasien dengan mengutamakan implementasi Clinical Pathway.

 

"Dengan clinical pathway,  pasien masuk hingga pulang harus benar-benar diperhatikan termasuk keselamatannya. Pasien tidak saja mendapatkan pelayan bermutu, tetapi dijaga keselamatannya sampai kembali ke keluarganya," kata Padilah Mante Runa, Senin (6/11).  

 

Menurutnya, untuk menjaga agar pasien tidak kambuh setelah dikembalikan ke keluarga, maka dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak keluarga agar tidak selalu bertumpu kepada rumah sakit, tetapi bagaimana kelaurga bisa menjaga dan memelihara pasien dengan baik sehingga bisa pulih kembali. 

 

"Oleh karena itu, kita harapkan  pola pikir yang salah tidak dilanjutkan. Salah satunya anggapan bahwa penderita gangguan jiwa itu adalah milik rumah sakit dan tanggung jawab rumah sakit. Anggapan itu salah besar. Kita hanya merawat pasien dan setelah sembuh dikembalikan ke keluarga. Selanjutnya keluarga yang melanjutkan perawatan pasien. Hal ini penting untuk diketahui oleh keluarga yanng memiliki  pasien gangguan jiwa," papar Padilah.     

 

Dengan implementasi clinical pathway, Padilah mengungkapkan rumah sakit yang dipimpinnya tidak lagi  mengalami over load (kelebihan pasien). Jumlah pasien saat ini berjumlah 202 orang. Padahal sebelumnya jumlah pasien mencapai 300 orang hingga terjadi over load,. Setelah diterapkan clinical pathway jumlah pasien terus menurun jumlahnya. 

 

"Dengan implementasi clinical pathway pasien bisa cepat pulang, karena sejak masuk  para pasien harus betul-betul kita perhatikan  termasuk perawatannya  dan keselamatannya. Yang tadinya bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, paling cepat 4 bulan.  Tetapi dengan penerapan  clinical pathway pasien paling lama hanya 32 hari sudah bisa dikembalikan ke keluarganya,"papar Padilah.  

 

Selain implementasi clinical pathway, Padilah juga menghimbau kepada pihak keluarga yang memiliki pasien orang dengan gangguan jiwa bisa membantu RSJD AHM dengan mengubah pola pikir bahwa penanganan pasien gangguan jiwa buka hanya tanggung jawab RSJD, tetapi tanggung jawab keluarga dan masyarakat. 

 

"Memang kita yang merawat pasiennya, tetapi setelah sembuh itu tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu kita berikan apresiasi kepada keluarga yang telah membantu kita dalam dalam menjaga, merawat pasien yang sudah sembuh, karena kalau keluarga peduli dan memberikan perhatian, pasien bisa sembuh normal seperti orang lain," ungkap Padilah. (mar/sul/ri/humasprov) 

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation