Kalimantan Timur
RSUD-AWS Buka Layanan Khusus Anak Autis

RSUD-AWS Buka Layanan Khusus Anak Autis

 

 SAMARINDA - Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, Pemprov Kaltim melalui Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD-AWS), sejak 2010 telah membuka layanan khusus anak autis dan anak  dengan kondisi gangguan tumbuh kembang.

Pelayanan tersebut tersedia di Instalasi Rehabilitasi Medis AWS Samarinda yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) milik pemerintah daerah. Pelayanan tersebut kini telah berjalan dan diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan layanan ini.

“Pelayanan ini disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan terapi dan rehabilitasi khusus anak dengan gangguan tumbuh kembang termasuk anak penderita autis. Fasilitas dan pelayanan di instalasi ini adalah yang terbaik dan terlengkap di Kaltim,” kata Direktur RSUD AWS dr Rachim Dinata Marsidi, Senin (13/4).

Menurut dia, anak adalah harapan orangtua, keluarga dan bangsa, tetapi tidak semua anak yang terlahir normal dan sehat lahir dan batin. Bagaimana nasib bila seorang anak terlahir dengan kondisi khusus seperti terdiagnosa autis?. Keluarga dan pemerintah harus mengambil peran untuk memberikan perhatian termasuk untuk terapi pengobatan.

Meski telah berjalan, ternyata sebagian besar masyarakat Kaltim belum mengetahui layanan tersebut. Padahal, RSUD AWS terus menjalankan program sosialisasi dan promosi jenis-jenis fasilitas pelayanan kesehatan yang kian hari makin lengkap.   “Layanan ini merupakan salah satu unggulan di rumah sakit ini,” tegas Rachim. 

Jenis pelayanan di instalasi tersebut berupa konsultasi dokter, konsultasi fisioterapi, konsultasi bicara, konsultasi okupasi terapi dan konsultasi psikolog klinis. Adapun terapi khusus untuk anak, yakni  autis wicara, terapi okupasi dan fisioterapi. Apabila anak autis mengalami gangguan perilaku, sosialisasi dan komunikasi, dapat diterapi rehabilitasi melalui terapi okupasi. Teknik terapi okupasi meliputi teknik terapi snoezellen (stimulus suara), teknik terapi sensory integrity dan terapi behaviour (perilaku).

Sedangkan bila anak autis mengalami kesulitan berbicara akan diterapi wicara untuk memperbaiki dan merangsang kemampuan sensorik dan motorik otot-otot agar anak dapat berbicara dan menelan dengan normal. Kemudian bila anak autis terdapat gangguan gerak dapat diterapi dengan fisioterapi dan selanjutnya bila memerlukan alat bantu gerak dengan terapi ortotik prostetik.

“Para terapis sudah tersedia di instalasi  ini, yakni tiga orang untuk terapi wicara, tiga  orang untuk terapi okupasi dan 11 orang untuk fisioterapi dengan satu orang dokter spesialis rehabilitasi medis. Jumlah tenaga terapis ini akan ditambah seiring kian meningkatnya kebutuhan masyarakat,” jelasnya. 

Jumlah kunjungan per hari untuk anak-anak termasuk anak dengan autis rata-rata adalah 30 anak/hari. Pelayanan di instalasi tersebut menerima pasien melalui pembiayaan yang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), pelayanan umum dan Jamkesda dengan jadwal pelayanan dari Senin-Jumat pukul 7.30-15.00 Wita, di Instalasi Rehabilitasi Medis RSUD AWS, lantai 2 Blok C.

Pelayanan tersebut tidak hanya melayani anak-anak dengan autisme tetapi juga untuk anak dengan gangguan perilaku hiperaktif, gangguan konsentrasi, gangguan kecemasan, gangguan belajar serta melayani untuk orang dewasa dengan stroke, patah tulang atau gangguan fungsi gerak, gangguan syaraf, tulang, otot, serta penyakit lain yang mengakibatkan keterbatasan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, gangguan jiwa akibat narkotika/napza dan lanjut usia. (jay/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait