Kalimantan Timur
Sekprov Rusmadi Buka Pelatihan Aplikasi "Sigap" Perencanaan Desa Harus Matang dan Partisipatif

Rusmadi menyerahkan smartphone yang sudah dilengkapi dengan Aplikasi "Sigap" kepada salah satu kepala desa di Kaltim. (fajar/humasprov kaltim)

 

Sekprov Rusmadi Buka Pelatihan Aplikasi "Sigap"  Perencanaan Desa Harus Matang dan Partisipatif  

 

SAMARINDA - Setiap desa harus semakin baik dan berkualitas. Untuk itu, diperlukan berbagai terobosan agar implementasi pengembangan pembangunan desa semakin variatif dan rakyat semakin sejahtera.  

 

Karena itu, melalui program Aksi Inspiratif Warga Untuk Perubahan (Sigap) yang dibangun The Nature Conservancy (TNC) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) diharapkan dapat menjadi instrumen sebuah perencanaan pembangunan desa. Pendekatan partisipatif melibatkan semua potensi desa. 

 

"Ini luar biasa. Bagaimana pun juga ketika kita akan membangun, maka perencanaan harus matang. Tidak akan berhasil pembangunan kalau perencanaannya tidak berkualitas. Sigap akan menjadi instrumen perencanaan pembangunan dan pendekatan partisipatif dengan melibatkan semua potensi desa. Semoga ini menjadi modal agar selanjutnya program pembangunan desa semakin bermartabat," kata Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi Wongso mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak membuka Pelatihan Aplikasi Sigap untuk mendukung Desa di Provinsi Kaltim, 18-20 September 2017 di LPMP Samarinda Seberang, Senin (18/9).

 

Melalui pelatihan ini, diharapkan yang terlibat dalam pengembangan pembangunan desa dapat bersama membangun visi dengan program-program yang jelas dan terukur. 

 

Menurut Cak Rus, program Sigap telah dilaporkan ke Kementerian Desa dan dicatat sebagai inovasi yang patut dicontoh daerah lain. Kementerian Desa dan Transmigrasi pun memberikan apresiasi. 

 

"Kita doakan saja mudah-mudahan aplikasi ini tidak sebatas untuk desa di Kaltim tapi juga di Indonesia. Dari Kaltim untuk Indonesia jaya," tegas Cak Rus. 

 

Kepala DPMPD Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan ini merupakan program kemitraan yang dibangun LSM TNC Kaltim bersama DPMPD. Pelatihan kali ini merupakan pelatihan kedua. Sebelumnya pelatihan yang sama sudah dilaksanakan di Kabupaten Berau.  

 

"Peserta yang ikut kali ini sebanyak 207 orang, berasal dari perwakilan PPU, Paser, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara," ungkap Jauhar.  

 

Selain itu, DPMPD juga tengah merancang Pergub Kaltim tentang pendampingan desa melalui metode Sigap. Karena ini merupakan program baru, diharapkan semua peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik.   

 

Masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan hibah smartphone dengan aplikasi yang diprogramkan oleh pemerintah dan TNC sebagai alat pendukung demi kemajuan pembangunan desa.

 

Senior Manager The Nature Conservancy (TNC) Kaltim Niel Makinuddin mengatakan program ini bertujuan untuk membekali masyarakat desa agar mengenali potensi sumber daya di masing-masing desa.  

 

"Hanya satu harapan TNC melalui program ini. Bagaimana pengembangan desa dapat memanfaatkan sumber daya yang ada tetapi aspek lingkungan tetap terjaga," jelasnya. 

 

Kegiatan dirangkai dengan penandatangan penyerahan hibah smartphone dari TNC kepada Pemprov melalui DPMPD dan Pemdes di Kaltim. (jay/sul/es/humasprov)

 

Berita Terkait