Kalimantan Timur
Sharing Informasi dan Pengalaman

Meiliana (tengah) pada pembukaan Rakerda UKS/Madrasah. (syaiful/humasprov kaltim).

 

Sharing Informasi dan Pengalaman  

 

SAMARINDA - Dalam upaya menetapkan dan memantapkan program prioritas dalam rangka pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), terutama yang berkaitan dengan masalah pembinaan mental, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) UKS/Madrasah tahun 2017. 

 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Dr Hj Meiliana mengharapkan  melalui Rakerda ini tim pembina UKS/Madrasah kabupaten/kota dapat saling memberikan informasi dan pengalaman, sekaligus memperbaharui komitmen bersama dalam upaya pengembangan UKS/Madrasah ke depan, khususnya menyangkut penyusunan program, rencana strategis UKS/Madrasah 2018 dan pelaksanaan kegiatannya.

 

"Peran peserta di Rakerda ini sangat penting, khususnya mendapatkan kesepakatan dan rekomendasi untuk mempercepat proses pelaksanaan UKS/Madrasah," kata Meiliana saat mewakili gubernur Kaltim saat membuka Rakerda UKS/Madrasah, serta evaluasi dan kordinasi program UKS/M tahun 2017 yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (31/10). 

 

Selain itu, lanjut Meiliana Rakerda ini  juga sebagai upaya memadukan program lain yang terkait seperti program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas),  program Adiwiyata, program sanitasi dan program kesehatan lain yang dilaksanakan dalam rangka melanjutkan program Kaltim Maju, Kaltim Green, Kaltim Sehat dan Indonesia Sehat.

 

"Dalam rangka pembentukan dan pemberdayaan prilaku hidup bersih dan sehat di kalangan pelajar, remaja maka peran UKS/M sangat penting, dalam hal ini pemerintah melalui program Indonesia sehat juga berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan prilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.     

 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Rini Retno Sukesih  mengatakan pengembangan dan pembinaan UKS adalah upaya pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu, terencana, terarah dan bertanggungjawab, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Mutu pendidikan dan prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM).  

 

"Dua faktor pendidikan dan kesehatan saling ketergantungan, karena kesehatan  merupakan prasyarat utama agar upaya pendidikan berhasil baik. Sebaliknya pendidikan yang diperoleh akan sangat mendukung tercapainya peningkatan status kesehatan seseorang," kata Rini Retno. (mar/sul/ri/humasprov)   

 

Berita Terkait