Kalimantan Timur
Sinergi Jokowi dan Awang Faroek


SAMARINDA - Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kedua kalinya ke Kaltim dalam kapasitas sebagai Presiden menjadi bukti sahih bahwa telah terbangun sinergi yang sangat baik antara Presiden Jokowi dan Gubernur Awang Faroek Ishak, antara pemerintah pusat dan daerah.

Saat meninjau progres pembangunan Seksi V Jalan Tol Balikpapan-Samarinda di Kilometer 13, Presiden Jokowi menegaskan dukungannya untuk penyelesaian jalan tol pertama di Kalimantan tersebut.

Gubernur Awang Faroek sendiri sejak awal sangat getol memperjuangkan terbangunnya jalan tol ini. Baik di era pemerintahan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga era pemerintahan Presiden Jokowi. Perjuangan Gubernur Awang Faroek berbuah manis karena akhirnya pembangunan jalan tol mendapat dukungan pusat melalui APBN dan loan China.

Pembangunan Seksi V sepanjang 11,09 km bernilai kontrak sebesar Rp848,5 miliar. Penandatangan kontrak pembangunan jalan tol ini sudah dilakukan pada 23 September 2015 antara PPK Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional  (BBPJN) VII dengan Direktur Beijing Urban Construction Group (BUCG) di Ruang Sapta Taruna Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kita harapkan, jalan tol Balikpapan - Samarinda ini insya Allah selesai pada 2018. Saya ke sini ingin memastikan, bahwa pekerjaan tol ini sudah dimulai lagi. Dan benar, sejak November tahun lalu pekerjaan konstruksi sudah dilanjutkan kembali," kata Jokowi saat meninjau proyek jalan tol.

Saat peninjauan kemarin, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M Basoeki HadiMoeljono, Ketua DPRD Kaltim H Syahrun dan Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP.

Presiden Jokowi menyatakan, bahwa hampir di semua proyek pembangunan, baik kawasan industri, jalan tol maupun pembangunan rel kereta api, permasalahan terbesarnya adalah pembebasan lahan. Pekerjaan konstruksi lanjut Jokowi, biasanya bisa lebih cepat dikerjakan jika pembebasan lahan sudah clear and clean.

Untuk lebih memberi keyakinan dalam upaya penyelesaian pembangunan jalan tol ini, Jokowi juga memberikan apresiasi atas upaya gigih Pemprov Kaltim dan keseriusan Pemkot Balikpapan, Pemkot Samarinda dan Pemkab Kutai Kartanegara dalam pembebasan lahan.

"Pembebasan lahan untuk jalan tol sudah selesai 85 persen. Jadi kurang sedikit. Kita harus berkejar-kejaran antara pembebasan lahan dengan konstruksi, agar secara keseluruhan proyek ini bisa selesai tahun 2018," kata Jokowi yang bersama Gubernur Awang Faroek Ishak sempat berjalan kaki untuk melihat lebih dekat pekerjaan tanah pada Seksi V yang pembangunannya dibiayai APBN dan loan China.

Menurut Jokowi, masalah-masalah itu sesungguhnya tidak terlalu rumit. Namun jika tidak diupayakan penyelesaiannya secara detail, pembangunan pasti tidak akan rampung dan akan terus terkendala.  Misal, masih ada hambatan di pembebasan lahan milik TNI dan lahan yang berada di kawasan hutan lindung. 

"Kalau tidak diperintah (Presiden), ya tidak akan maju-maju. Stop. Tinggal tengok kanan tengok kiri gak rampung-rampung lima tahun. Kenapa selalu saya ke lapangan? Karena dari situ saya akan selalu dengar kesulitan-kesulitannya dan itu yang kita selesaikan. Perlu terobosan agar permasalahan itu tidak menghambat," sambung Jokowi.

Bahkan dengan yakin, Presiden Jokowi berani mengatakan, persoalan-persoalan yang menjadi penghambat itu bisa diselesaikan hanya dalam beberapa menit.

"Kadang-kadang persoalan itu sebenarnya mudah. Tinggal telpon lima menit, selesai. Misalnya untuk lahan TNI, saya telpon Panglima TNI. Sedangkan untuk lahan hutan saya telpon Menteri Kehutanan agar konversi hutannya selesai. Tapi kalau kita gak tau masalahnya, bagaimana kita bisa menyelesaikan? Itulah perlunya Presiden turun ke lapangan," kata Jokowi seolah ingin membalas kritik masyarakat.

Bukti lain dukungan pemerintahan Jokowi untuk pembangunan jalan tol ini adalah digelontorkannya APBN  untuk pembangunan jembatan yang melewati Waduk Manggar. Pembangunan jembatan ini berada di ruas Seksi I, Km 13 – Samboja. Panjang jembatannya mencapai 613 meter melalui dibangun dengan tipe struktur Balok Girder Pratekan. Pembangunan Jembatan Waduk Manggar ini bernilai kontrak Rp271,83 miliar bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2015-2017 dengan masa pelaksanaan 730 hari kalender atau sekitar 2 tahun. (sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation