Kalimantan Timur
UN di Kaltim Terancam Diundur Lagi

Muisahrim: Kami Menunggu Kepastian dari Pusat

SAMARINDA  -- Ujian Nasional (UN) SMA/SMK, di Kaltim terancam diundur lagi karena distribusi soal ke Kaltim masih belum beres. Sehingga kemungkinan pengunduran jadwal ujian sangat dimungkinkan.
Kendati demikian, pengunduran jadwal UN, menjadi kewenangan dari Kemendikbud, sehingga Diknas Kaltim, hingga tadi malam terus memantau perkembangan terkait jadwal UN di daerah ini.
"Kita di daerah tidak memiliki kewenangan soal penjadwalan UN, sehingga kita masih menunggu keputusan dari Kemendikbud," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, H Musyahrim, di Samarinda, Rabu malam(17/4).
Kendati demikian, Kaltim berharap Panitia UN Pusat, memperhatikan kondisi ini, sehingga berkas soal dapat terkirim sesuai harapan, sehingga UN bisa dilaksanakan sesuai jadwal.
 Hingga kini Kaltim terus menunggu kepastian pendistribusian soal dari pusat,  yang dikirim melaluji transportasi udara, termasuk bantuan dari jajaran TNI Angkatan Udara dengan mengerahkan Pesawat Hercules.
"Hingga kini kita belum mengetahui persis kendala yang dihadapai Penitia UN Pusat, sehingga pengiriman berkas soal ke Kaltim masih belum beres, sehimngga masih terdapat kekurangan soal," katanya.
Musharim mengatakan, jika soal UN baru datang Rabu (16/4), sedangkan jadwal UN dimulai  hari Kamis ini (17/4), tentunya tidak mungkin, karena   pendistribusian di Kaltim membuthkan waktu, seiring dengan kondisi geografis daerah yang sebasgian memang sulit dijangkau, terutama untuk pengiriman ke kawasan pedalaman dan perbatasan.
Terkait dengan hal itu, tentunya harus mendapat kepastian dari kabupaten/kota yang mengetahui tentang seluk beluk daerah masing-masing, apakah jika berkas soal UN  dikirim besok, (Kamis,  18/4), apakah bisa sampai  ke sekolah-sekolah penyelenggara.
Saat ini lanjut dia, panitia UN SMA/SMK di Kaltim  yang bertugas di Bandara Sepinggan, Balikpapan, hingga Rabu sore  kemarin belum  menerima kekurangan 107 koli dari 480 koli soal UN SMA/SMK untuk 14 kabupaten dan kota di Kaltim.
"Tetapi yang jelas pihaknya menunggu kebijakan  Kemendiknas. Kita di daerah ini, benar-benar hanya menunggu. Kalau ada berkas soal datang,  langsung  kita distribusikan," ungkapnya.(sar/hmsprov).

Foto: Musyahrim

 

Berita Terkait