Kalimantan Timur
UPTD PPD Disnakertrans Gandeng Komunitas Wirausaha Samarinda


SAMARINDA - Pengembangan program kewirausahaan produktif di Kaltim terus mendapat dukungan pemerintah pusat. Tahun ini, Kaltim melalui UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (UPTD PPD Disnakertrans) Kaltim kembali mendapat alokasi program pengembangan kewirausahaan yang bersumber dari Kementerian Tenaga Kerja (APBN) untuk 10 paket kegiatan dengan peserta tiap angkatan sebanyak 30 orang.

Program ini akan mendukung 20 paket program pelatihan kewirausahaan yang dibiayai melalui APBD Kaltim dengan peserta 20 orang tiap angkatan.

"Tahun ini setidaknya 700 orang yang akan kami latih agar  memiliki keyakinan dan kepercayaan diri untuk menjadi wirausahawan produktif. Mereka akan dilatih manajemen produktivitas dan administrasi pembukuan, hingga membuat jurnal dan laporan rugi/laba. Target kami, mendukung program Gubernur Awang Faroek untuk menciptakan 10.000 wirausahwan baru di Kaltim hingga 2018," kata Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim, Hj Hetty saat mewakili Kepala Disnakertrans Kaltim membuka Pelatihan Kewirausahaan Produktif Angkatan I dan II di Samarinda, Senin (4/4).

Hetty menjelaskan, pelatihan kewirausahaan baik yang bersumber dari APBN maupun APBD akan disebar ke kabupaten dan kota di Kaltim. Hal ini penting agar pengembangan kewirausahaan tidak hanya tertumpuk di daerah-daerah perkotaan.

Diakuinya, program pelatihan kewirausahaan ini sangat diminati masyarakat. Oleh sebab itu, demi terciptanya kewirausahaan produktif yang diharapkan, maka seleksi peserta harus dilakukan lebih ketat. 

"Minat masyarakat sangat tinggi, Karena itu seleksi rekrutmen kami perketat melalui isian kuisioner dan formulir. Dari sana kami bisa melihat motivasi peserta. Kalau sudah terbangun motivasi, maka selanjutnya mereka akan dilatih dan hasilnya pasti akan lebih maksimal. Sinergi dengan kabupaten dan kota juga sangat penting untuk kegiatan ini," jelas Hetty.

Setelah pelatihan ini, hasil penting yang sangat diharapkan adalah terbangunnya keyakinan untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan-lapangan kerja baru bagi masyarakat yang lain. "Kita ingin menciptakan lebih banyak wirausahawan- wirausahawan baru produktif yang aktif dan kreatif. Mengubah kebiasaan mencari lapangan kerja menjadi menciptakan lapangan kerja. Namun untuk itu perlu keyakinan dan sinergi semua pihak," tegas Hetty. 

Pelatihan angkatan I dan II dengan dana APBN ini, UPTD PPD Kaltim menggalang kerjasama dengan Komunitas Wirausahawan Samarinda (KWS). Komunitas ini cukup eksis, termasuk melalui jejaring di facebook.

Komunitas ini dipilih menjadi mitra karena motivasi para anggota KWS yang sangat besar untuk benar-benar mampu menjadi wirausahawan sukses di Kaltim. Secara umum mereka telah merintis usaha di bidang usaha masing-masing.

Ketua KWS, Kristianto menyambut baik kerjasama ini dan berharap semua anggota komunitas mengambil manfaat besar dari pelatihan ini. "Kegiatan ini sangat penting bagi kami. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini, ambil peluangnya. Kalau ada yang kurang jelas, jangan ragu bertanya," kata Kristianto.

Sementara Kepala Bidang Pelatihan  dan Produktivitas Disnaker Kota Samarinda Herpuji Astuti berterima kasih kepada Disnakertrans Kaltim yang mengalokasikan pelatihan untuk warga Samarinda.

"Alhamdulillah, Disnakertrans Kaltim selalu memberikan alokasi program kewirausahaan untuk Samarinda. Ini sangat penting untuk memacu optimisme warga Samarinda untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru," kata Herpuji. (sul/es/hmsprov).

Berita Terkait