Kalimantan Timur
UU CSR Mengakomodir Berbagai Kepentingan


SAMARINDA – Saat ini pemerintah sedang membahas Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban perusahaan terhadap masyarakat.

“UU itu nantinya diharapkan mampu mengakomodir berbagai kepentingan,” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat H Bere Ali saat mewakili Gubernur Kaltim pada silaturahim dan buka puasa bersama PT Indo Tambangraya Megah di Samarinda, Selasa (21/6).

Berbagai kepentingan dimaksud adalah kepentingan pemerintah selaku pembuat kebijakan didengarkan pandangan-pandangannya terkait pembangunan ekonomi hijau.

Selain itu, kepentingan perusahaan karena didengarkan aspirasinya sehingga usaha mereka berjalan dengan baik tanpa menghadapi kendala dan permasalahan di lapangan.

Demikian halnya, undang undang tersebut juga mengakomodir kepentingan masyarakat dengan ikut merasakan serta mendapatkan manfaat dari keberadaan perusahaan di sekitar mereka.

“Jadi semua pihak dalam posisi menguntungkan. Baik pemerintah maupun perusahaan terlebih lagi masyarakat,” jelasnya.

Diakui Bere, selama ini tidak dipungkiri banyak permasalahan yang muncul antara perusahaan dengan pemerintah maupun masyarakat dengan perusahaan.

Terkait kewajiban perusahaan untuk menyalurkan dana kepeduliannya kepada masyarakat melalui program CSR dikemukakan Bere masih belum maksimal.

 

Padahal lanjutnya, CSR itu bukan saja bentuk kepedulian tetapi kewajiban perusahaan terhadap masyarakat sekitar operasional perusahaannya.

“Diharapkan UU CSR yang saat ini dibahas pemerintah bersama lembaga legislatif mampu menghasilkan kebijakan yang membela kepentingan rakyat tetapi tidak juga merugikan usaha perusahaan,” ungkap Bere.

Silaturahim dan buka puasa bersama dihadiri Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah, Tbk Muin Ma’ruf. Acara dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada rumah ibadah serta masyarakat petani. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait