Kalimantan Timur
Wartawan Kontrol Roda Pemerintahan

Wartawan Kontrol Roda Pemerintahan

 

SAMARINDA- Sebagai penyambung lidah para narasumber maupun masyarakat di daerah, wartawan bersama medianya diharapkan dapat berperan menjadi fungsi kontrol terhadap kinerja pemerintahan di daerah, khususnya di lingkungan Pemprov Kaltim.

Dari peran yang dilakukan para wartawan diharapkan kinerja pemerintahan di daerah semakin baik dan mampu meningkatkan prestasi dan kinerja para aparatur Negara sebagai pelayan masyarakat.

“Kami berharap wartawan dapat menjalankan perannya sebagai fungsi kontrol terhadap kinerja yang dilakukan pemerintah, sehingga pemerintah mampu meningkatkan kinerja dan prestasi yang telah diprogramkan. Artinya, dengan kontrol maupun kritik yang dilakukan wartawan, diharapkan pemerintah melalui aparaturnya dapat termotivasi dalam bekerja lebih baik,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak.

Hal itu dikemukakannya usai sahur bersama dengan wartawan di Rumah Jabatan Gubernur Kaltim Lamin Etam yang turut dihadiri Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim S Adiyat, Sabtu dini hari (11/7).

Peran dan fungsi wartawan ini dirasa sangat diperlukan pemerintah. Apalagi, tahun ini setiap daerah akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015. Diharapkan wartawan mampu menyajikan berita yang akurat dan berkualitas, sehingga penyelenggaraan Pilkada tersebut berlangsung sukses.

Pemberitaan yang disampaikan para wartawan hendaknya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semangat dalam menentukan pilihan calon kepala daerah yang akan memimpin daerah ini.

“Wajar, jika pers serta pemerintah membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyukseskan Pilkada serentak ini. Sehingga ke depan dampaknya kepada penyelenggaraan pemerintahan yang semakin baik,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut dia, hingga saat ini Pemprov Kaltim terus berupaya menjalankan kinerja dengan baik. Terbukti, berbagai proyek pembangunan nampak terlihat dan telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Contoh, pengembangan terminal Bandara Sepinggan Balikpapan yang kini telah berubah nama menjadi Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

“Dari pembangunan tersebut, ternyata banyak orang yang berkunjung ke Kaltim sangat kagum akan perkembangan pembangunan yang telah dilakukan tersebut. Bahkan, airport tersebut merupakan 16 terbaik airport di dunia. Apalagi, kelak nanti Bandara Samarinda Baru (BSB) mulai difungsikan, tentu akan memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian masyarakat di Kaltim, khususnya Samarinda,” jelasnya.

Apa yang telah dilakukan Pemprov Kaltim diharapkan mendapatkan dukungan dari awak media melalui tulisan para wartawan. Awang mengaku siap dikritik. Hanya saja, kritik yang membangun. Terbukti, baru-baru ini untuk pemberian penilaian proper tentang pengelolaan lingkungan hidup oleh perusahaan di daerah. Ternyata Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) memberikan informasi yang tepat dan akurat, sehingga Pemprov Kaltim berhasil memberikan penilaian yang tepat kepada perusahaan yang melanggar aturan pemerintah.

Bahkan, lanjut Awang, diharapkan kritik tersebut jangan disatukan dengan masalah politik, sehingga kinerja pemerintahan berjalan tidak baik. “Jika wartawan melalui tulisannya itu mampu menggerakan masyarakat untuk percaya kepada pemerintah, khususnya terhadap kinerja yang telah dilakukan, tentu akan banyak manfaatnya, sehingga roda pemerintahan semakin baik. Artinya, dengan pemberitaan yang baik, kondusifitas daerah juga baik. Karena, rasa kebersamaan antara pemerintah daerah dengan legislative maupun intansi vertikal dapat berjalan baik,” jelasnya.(jay/hmsprov)

//Foto: SAHUR BERSAMA. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menjawab pertanyaan wartawan usai sahur bersama di kediaman Gubernur Lamin Etam. (fajar/humasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait