Potensi Perikanan dan Kelautan

POTENSI PERIKANAN DAN KELAUTAN 2015

Jumlah rumah tangga perikanan mengalami peningkatan karena adanya reklamasi lahan dari batubara menjadi area danau untuk perikanan.Fenomena ini terjadi terutama di daerah Kutai Timur dan Berau.Produksi perikanan laut dan perikanan darat menghasilkan sebesar 211.792,80 ton di tahun 2014.

Sarana penangkapan ikan laut pada tahun 2014 terdiri dari perahu tanpa motor, perahu dengan motor tempel dan kapal motor. Jumlah total armada pada tahun 2014 sebanyak 24.051 unit. Bila dibandingkan dengan tahun 2013 yang jumlah armadanya mencapai 22.169 unit, maka terjadi peningkatan jumlah armada perikanan laut.

 


 

PERKEMBANGAN PERIKANAN TAHUN 2014

 

Jumlah rumah tangga perikanan mengalami peningkatan karena adanya reklamasi lahan dari batubara menjadi area danau untuk perikanan.  Fenomena ini terjadi terutama di daerah Kutai Timur dan Berau.Produksi perikanan laut dan perikanan darat menghasilkan sebesar 214.651,1 ton di tahun 2013.Sarana penangkapan ikan laut pada tahun 2013 terdiri dari perahu tanpa motor, perahu dengan motor tempel dan kapal motor. Jumlah total armada pada tahun 2013 sebanyak 22.169 unit.

Bila dibandingkan dengan tahun 2012 yang jumlah armadanya mencapai 27.518 unit, maka terjadi penurunan jumlah armada perikanan laut. Hal tersebut disebabkan nelayan mengurangi penggunaan perahu dengan motor tempel karena sebagian besar rusak, dan selain itu nelayan juga beralih ke kapal motor yang ukurannya lebih besar.


PERKEMBANGAN PERIKANAN TAHUN 2012

  1. Perikanan

Ruang lingkup dan defenisi produksi perikanan yang digunakan disini mengikuti prinsip yang diterapkan FAO yaitu :

  1. Termasuk Produksi

(i). Data produksi mencakup semua hasil budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air yang dipanen dari sumber perikanan alami atau dari tempat pemeliharaan, baik yang diusahakan oleh perusahaan perikanan maupun rumah tangga perikanan.

(ii). Yang dicacah sebagai produksi tidak hanya jumlah budidaya yang terjual, tetapi juga hasil budidaya yang dimakan petani ikan/rumah tangga perikanan atau yang diberikan kepada petani ikan/buruh sebagai upah kerja.

  1. Tidak termasuk Produksi

(i). Data produksi ikan mencakup hasil budidaya yang dipanen dalam rangka sport/olah raga dan rekreasi atau kegemaran (Hobby).

(ii). Data produksi tidak mencakup hasil budidaya yang dibuang karena ikan/binatang air lainnya diketahui terkena racun, pencemaran atau penyakit.

Satuan Pengukur Produksi

  1. Berat/Volume Produksi

Yang dimaksud dengan berat produksi adalah berat basah pada waktu hasil panen didaratkan. Jadi kalau hasil; panen didaratkan sesudah diolah didaerah budidaya, maka beratnya harus dikembalikan kedalam berat basah.

  1. Nilai Produksi

Yang dimaksud nilai produksi adalah nilai pada waktu hasil budidaya didaratkan. Jadi harga yang digunakan adalah harga produsen.

  1. Defenisi dan Klasifikasi Perikanan Budidaya

Perikanan Budidaya adalah kegiatan ekonomi dalam bidang budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air. Budidaya adalah kegiatan memelihara ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan menggunakan fasilitas buatan. Pada umumnya budidaya perairan yang dikelilingi galengan atau tanggul (seperti tambak, kolam), pagar dan lain-lainnya. Pembenihan dan peternakan ikan juga termasuk kedalam budidaya. Berbeda dengan penangkapan pada budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air yang menggunakan milik perseorangan atau kelompok orang yang menggunakan budidaya tersebut.

Klasifikasi atas jenis Budidaya yaitu ;

i          Budidaya laut

ii         Budidaya Tambak

iii         Budidaya Kolam

iv        Budidaya Karamba

v         Budidaya Jaring Apung

vi        Budidaya Sawah

  1. Statistik Rumah Tangga/Perusahaan Perikanan

Perusahaan Perikanan adalah unit ekonomi yang melakukan kegiatan budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagai/seluruh hasilnya untuk dijual.Rumah Tangga Perikanan adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan budidaya ikan/binatang lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual.Kegiatan budidaya rumah tangga perikanan ini dapat dilakukan oleh rumah tangga tersebut saja, oleh anggota rumah tangga tersebut.

  1.  Defenisi dan Klasifikasi Statistik Petani Ikan

Petani ikan adalah orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam kegiatan budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air. Dalam hal budidaya, hanya orang, baik anggota rumah tangga maupun buruh yang secara langsung melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan yang dimasukkan sebagai petani ikan.Berdasarkan waktu yang digunakan Petani ikan di klasifikasikan sebagai berikut :

(i). Petani Ikan Penuh yaitu petani ikan yang seluruhnya waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

(ii). Petani Ikan Sambilan Utama yaitu petani ikan sebagian besar waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

(iii). Petani Ikan Sambilan Tambahan yaitu petani ikan yang sebagian kecil waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

Adapun Cara Menghitung Jumlah Petani Ikan Yaitu :

(i). Melalui pendekatan unit ekonomi Rumah Tangga/Perusahaan Perikanan dan

(ii). Melalui pendekatan Rumah Tangga (sebagai sumber data adalah petani ikan) yaitu Rumah Tangga Perikanan dan Rumah Tangga Buruh Perikanan.

  1.  Defenisi Statistik Luas Usaha Budidaya

Luas Usaha Budidaya dibedakan kedalam luas bersih (luas permukaan air) dan luas kotor. Luas bersih (luas permukaan air) adalah luas air yang digunakan untuk pemeliharaan ikan. Disini luas galengan/tanggul dan lain-lainnya tidak dimasukan kedalam luas budidaya. Sedangkan luas kotor adalah tidak hanya luas permukaan air yang digunakan untuk pemeliharaan saja, tetapi termasuk juga luas tanah/galengan/tanggi dan lain-lain.

  1. Perikanan

Ruang lingkup dan defenisi produksi perikanan yang digunakan disini mengikuti prinsip yang diterapkan FAO yaitu :

  1. Termasuk Produksi

(i). Data produksi mencakup semua hasil budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air yang dipanen dari sumber perikanan alami atau dari tempat pemeliharaan, baik yang diusahakan oleh perusahaan perikanan maupun rumah tangga perikanan.

(ii). Yang dicacah sebagai produksi tidak hanya jumlah budidaya yang terjual, tetapi juga hasil budidaya yang dimakan petani ikan/rumah tangga perikanan atau yang diberikan kepada petani ikan/buruh sebagai upah kerja.

  1. Tidak termasuk Produksi

(i). Data produksi ikan mencakup hasil budidaya yang dipanen dalam rangka sport/olah raga dan rekreasi atau kegemaran (Hobby).

(ii). Data produksi tidak mencakup hasil budidaya yang dibuang karena ikan/binatang air lainnya diketahui terkena racun, pencemaran atau penyakit.

Satuan Pengukur Produksi

  1. Berat/Volume Produksi

Yang dimaksud dengan berat produksi adalah berat basah pada waktu hasil panen didaratkan. Jadi kalau hasil; panen didaratkan sesudah diolah didaerah budidaya, maka beratnya harus dikembalikan kedalam berat basah.

  1. Nilai Produksi

Yang dimaksud nilai produksi adalah nilai pada waktu hasil budidaya didaratkan. Jadi harga yang digunakan adalah harga produsen.

  1. Defenisi dan Klasifikasi Perikanan Budidaya

Perikanan Budidaya adalah kegiatan ekonomi dalam bidang budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air.Budidaya adalah kegiatan memelihara ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan menggunakan fasilitas buatan. Pada umumnya budidaya perairan yang dikelilingi galengan atau tanggul (seperti tambak, kolam), pagar dan lain-lainnya.Pembenihan dan peternakan ikan juga termasuk kedalam budidaya. Berbeda dengan penangkapan pada budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air yang menggunakan milik perseorangan atau kelompok orang yang menggunakan budidaya tersebut.

Klasifikasi atas jenis Budidaya yaitu ;

i          Budidaya laut

ii         Budidaya Tambak

iii         Budidaya Kolam

iv        Budidaya Karamba

v         Budidaya Jaring Apung

vi        Budidaya Sawah

 

  1. Statistik Rumah Tangga/Perusahaan Perikanan

Perusahaan Perikanan adalah unit ekonomi yang melakukan kegiatan budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagai/seluruh hasilnya untuk dijual.Rumah Tangga Perikanan adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan budidaya ikan/binatang lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual.Kegiatan budidaya rumah tangga perikanan ini dapat dilakukan oleh rumah tangga tersebut saja, oleh anggota rumah tangga tersebut.

  1.  Defenisi dan Klasifikasi Statistik Petani Ikan

Petani ikan adalah orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam kegiatan budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air. Dalam hal budidaya, hanya orang, baik anggota rumah tangga maupun buruh yang secara langsung melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan yang dimasukkan sebagai petani ikan.

Berdasarkan waktu yang digunakan Petani ikan di klasifikasikan sebagai berikut :

(i). Petani Ikan Penuh yaitu petani ikan yang seluruhnya waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

(ii). Petani Ikan Sambilan Utama yaitu petani ikan sebagian besar waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

(iii). Petani Ikan Sambilan Tambahan yaitu petani ikan yang sebagian kecil waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

Adapun Cara Menghitung Jumlah Petani Ikan Yaitu :

(i). Melalui pendekatan unit ekonomi Rumah Tangga/Perusahaan Perikanan dan

(ii). Melalui pendekatan Rumah Tangga (sebagai sumber data adalah petani ikan) yaitu Rumah Tangga Perikanan dan Rumah Tangga Buruh Perikanan.

  1.  Defenisi Statistik Luas Usaha Budidaya

Luas Usaha Budidaya dibedakan kedalam luas bersih (luas permukaan air) dan luas kotor. Luas bersih (luas permukaan air) adalah luas air yang digunakan untuk pemeliharaan ikan. Disini luas galengan/tanggul dan lain-lainnya tidak dimasukan kedalam luas budidaya. Sedangkan luas kotor adalah tidak hanya luas permukaan air yang digunakan untuk pemeliharaan saja, tetapi termasuk juga luas tanah/galengan/tanggi dan lain-lain.

  1. Perikanan

Ruang lingkup dan defenisi produksi perikanan yang digunakan disini mengikuti prinsip yang diterapkan FAO yaitu :

  1. Termasuk Produksi

(i). Data produksi mencakup semua hasil budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air yang dipanen dari sumber perikanan alami atau dari tempat pemeliharaan, baik yang diusahakan oleh perusahaan perikanan maupun rumah tangga perikanan.

(ii). Yang dicacah sebagai produksi tidak hanya jumlah budidaya yang terjual, tetapi juga hasil budidaya yang dimakan petani ikan/rumah tangga perikanan atau yang diberikan kepada petani ikan/buruh sebagai upah kerja.

  1. Tidak termasuk Produksi

(i). Data produksi ikan mencakup hasil budidaya yang dipanen dalam rangka sport/olah raga dan rekreasi atau kegemaran (Hobby).

(ii). Data produksi tidak mencakup hasil budidaya yang dibuang karena ikan/binatang air lainnya diketahui terkena racun, pencemaran atau penyakit.

Satuan Pengukur Produksi

  1. Berat/Volume Produksi

Yang dimaksud dengan berat produksi adalah berat basah pada waktu hasil panen didaratkan. Jadi kalau hasil; panen didaratkan sesudah diolah didaerah budidaya, maka beratnya harus dikembalikan kedalam berat basah.

  1. Nilai Produksi

Yang dimaksud nilai produksi adalah nilai pada waktu hasil budidaya didaratkan. Jadi harga yang digunakan adalah harga produsen.

  1. Defenisi dan Klasifikasi Perikanan Budidaya

Perikanan Budidaya adalah kegiatan ekonomi dalam bidang budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air.Budidaya adalah kegiatan memelihara ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan menggunakan fasilitas buatan. Pada umumnya budidaya perairan yang dikelilingi galengan atau tanggul (seperti tambak, kolam), pagar dan lain-lainnya.Pembenihan dan peternakan ikan juga termasuk kedalam budidaya. Berbeda dengan penangkapan pada budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air yang menggunakan milik perseorangan atau kelompok orang yang menggunakan budidaya tersebut.

Klasifikasi atas jenis Budidaya yaitu ;

i          Budidaya laut

ii         Budidaya Tambak

iii         Budidaya Kolam

iv        Budidaya Karamba

v         Budidaya Jaring Apung

vi        Budidaya Sawah

  1. Statistik Rumah Tangga/Perusahaan Perikanan

Perusahaan Perikanan adalah unit ekonomi yang melakukan kegiatan budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagai/seluruh hasilnya untuk dijual.Rumah Tangga Perikanan adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan budidaya ikan/binatang lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual.Kegiatan budidaya rumah tangga perikanan ini dapat dilakukan oleh rumah tangga tersebut saja, oleh anggota rumah tangga tersebut.

  1.  Defenisi dan Klasifikasi Statistik Petani Ikan

Petani ikan adalah orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam kegiatan budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air. Dalam hal budidaya, hanya orang, baik anggota rumah tangga maupun buruh yang secara langsung melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan yang dimasukkan sebagai petani ikan.Berdasarkan waktu yang digunakan Petani ikan di klasifikasikan sebagai berikut :

(i). Petani Ikan Penuh yaitu petani ikan yang seluruhnya waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

(ii). Petani Ikan Sambilan Utama yaitu petani ikan sebagian besar waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

(iii). Petani Ikan Sambilan Tambahan yaitu petani ikan yang sebagian kecil waktu kerjanya digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan ikan/binatang air lainnya/tanaman air.

Adapun Cara Menghitung Jumlah Petani Ikan Yaitu :

(i). Melalui pendekatan unit ekonomi Rumah Tangga/Perusahaan Perikanan dan

(ii). Melalui pendekatan Rumah Tangga (sebagai sumber data adalah petani ikan) yaitu Rumah Tangga Perikanan dan Rumah Tangga Buruh Perikanan.

  1.  Defenisi Statistik Luas Usaha Budidaya

Luas Usaha Budidaya dibedakan kedalam luas bersih (luas permukaan air) dan luas kotor. Luas bersih (luas permukaan air) adalah luas air yang digunakan untuk pemeliharaan ikan. Disini luas galengan/tanggul dan lain-lainnya tidak dimasukan kedalam luas budidaya. Sedangkan luas kotor adalah tidak hanya luas permukaan air yang digunakan untuk pemeliharaan saja, tetapi termasuk juga luas tanah/galengan/tanggi dan lain-lain.

JUMLAH PEMBUDIDAYA IKAN MENURUT JENIS USAHA DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2012

*Sumber darihttp://dkp.kaltimprov.go.id/