Harkitnas Momentum Kebangkitan Listrik di Kaltim

 

Harkitnas Momentum Kebangkitan Listrik di Kaltim

 

BALIKPAPAN - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-107 di Kaltim tahun ini akan digelar sedikit berbeda dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Bukan di halaman Kantor Gubernur, lapangan parkir GOR Segiri atau pun di Stadion Madya Sempaja Samarinda. Peringatan Harkitnas hari ini akan dilakukan di lokasi pembangunan jalan tol Km 13 Balikpapan.

Gubernur Awang Faroek Ishak, sang pemilik gagasan meyakini, pemilihan lokasi ini sangat tepat sebagai momentum untuk membangkitkan kembali semangat segenap aparatur pemerintahan daerah dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mewujudkan Kaltim Maju 2018 melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Semangat kebangkitan Kaltim yang diusung Gubernur Awang Faroek Ishak kali ini tentu bukan sekedar seruan kosong. Sebab dalam momentum penting ini tonggak sejarah percepatan pembangunan Kaltim akan segera ditancapkan. Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,02 km akan dilanjutkan. Selain itu, pembangunan akses jalan (infrastruktur) di kawasan perbatasan juga menjadi prioritas pembanguann Kaltim tahun ini. Program pro rakyat lain, seperti peresmian Rumah Sakit Pratama di Talisayan, Kabupaten Berau dan Rumah Sakit Pratama di Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur.

Kabar lain yang tidak kalah menggembirakan dalam momentum hari kebangkitan nasional ini adalah rencana peresmian dua pembangkit listrik, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Senipah 2x41 Megawatt (MW) di Kutai Kartanegara dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x15 MW di Balikpapan. Kehadiran dua pembangkit listrik ini diharapkan mampu memperkuat Sistem Mahakam yang saat ini belum maksimal melayani kebutuhan listrik di daerah ini.

Sangat miris, sebab byarpet listrik justru menjadi 'langganan' di daerah yang dikenal mememiliki kekayaan sumber daya energi sangat melimpah. Pemadaman listrik masih menjadi 'ritual' rutin karena alasan keterbatasan gas ataupun solar, sementara penduduk Kaltim lainnya di pedalaman dan perbatasan bahkan belum bisa menikmati manfaat keberadaan listrik negara.

"Ini momentum yang sangat baik. Tambahan dua pembangkit listrik di Senipah dan Kariangau ini akan memperkuat Sistem Mahakam. Memang belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Oleh karena itulah saya akan terus perjuangkan agar lebih banyak dibangun pembangkit listrik di sini dan negara wajib mendukung itu," tegas Awang Faroek Ishak, Selasa (19/5).

PLTG Senipah 2x41 MW berada di Desa Teluk Pemedas Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. PLTG milik PT. Kartanegara Energi Perkasa (KEP) ini dikerjakan oleh kontraktor PT. Kutilang Paksi Mas (KPM) dengan nilai kontrak mencapai Rp1,3 triliun. Combined cyle (siklus terbuka) sebesar 35 MW dari PLT Senipah ini sudah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2015-2024.

Sedangkan PLTU Kariangau Power 2x15 MW berada di Jalan Selok Baru, Teluk Terbang Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan. Pembangkit listrik yang dimiliki oleh PT. Kariangau Power itu ditaksir menghabiskan dana pembangunan mencapai U$ 75.000.0000 dengan funding konsorsium Bank DKI, Bank Papua dan Bank Kaltim.

Perjuangan Gubernur Awang Faroek Ishak untuk menyiapkan ketersediaan listrik bagi masyarakat bukan hanya ditujukan bagi masyarakat perkotaan dan daerah pinggiran kota.  Pembangunan pembangkit listrik juga terus diupayakan untuk masyarakat daerah perbatasan. Gubernur Awang Faroek Ishak gigih memperjuangkan, bahwa apa yang dinikmati masyarakat perkotaan sudah semestinya juga dapat dinikmati masyarakat perbatasan, termasuk untuk urusan listrik.

"Jujur saya sangat gembira, karena bertepatan dengan momentum hari kebangkitan nasional yang besok (hari ini) kita laksanakan di lokasi pembangunan jalan tol, grounbreaking sejumlah pembangkit listrik di daerah perbatasan juga akan kita lakukan. Saya berharap, masyarakat perbatasan bisa segera menikmati manfaat listrik sehingga mereka bisa lebih cepat maju dan sejahtera,"  kata Gubernur.

Pembangkit listrik di perbatasan yang akan dibangun itu adalah dua Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan enam PLTD di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Dua PLTD yang akan dibangun di Kaltim adalah PLTD Long Apari dan PLTD Long Pahangai di Kabupaten Mahakam Ulu. Sedangkan di perbatasan Kaltara enam PLTD yang akan dibangun adalah PLTD Lumbis Ogong, PLTD Sebuku, PLTD Tulin Onsoi, PLTD Siemenggaris, PLTD Kayan dan PLTD Sebatik.

"Ke depan, kita masih akan terus membangun pembangkit listrik, termasuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan tambang. Mimpi saya, kita akan jual listrik dari Kaltim ke provinsi lain, bahkan ke negara tetangga," yakin Awang. (sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation