Pemprov Kaltim Optimis Proyek MYC Dapat Selesai Sesuai target

Pemprov Kaltim Optimis Proyek MYC Dapat Selesai Sesuai target

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak optimis pelaksanaan pembangunan sejumlah proyek multi years contrack (MYC) 2014 - 2018 dapat diselesaikan sesuai target dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltim.

"Kami sepakat dengan DPRD Kaltim agar pelaksanaan MYC itu sesuai target yang telah direncanakan," kata Awang Faroek Ishak saat penyampaian jawaban pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim pada rapat paripurna di Gedung Utama DPRD Kaltim, Rabu (11/11) lalu.

Sejumlah proyek itu diantaranya Jembatan Mahakam IV atau jembatan kembar yang akan dilanjutkan kembali, lalu Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Maloy dengan kapasitas 1x200 liter perdetik yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan industri Maloy yang juga nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya.

Kemudian, pembangunan pipa distribusi air bersih Sekerat di Kutai Timur sepanjang 24,2 km yang merupakan jaringan pipa transmisi menghubungkan antara free intake atau pengambilan bebas sumber air baku menuju ke sistem pengolahan air minum di kawasan industri Maloy.  

"Pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda, Seksi I antara Km 13 - Samboja dilaksanakan dengan lima segmen yang bersumber dari APBD Provinsi telah mencapai progres 16,03 persen dari target 2015 sebesar 12,17 persen. Progres ini sudah melebihi target," lanjut gubernur.

Pembangunan Seksi V di Km 13 - Sepinggan Balikpapan yang telah di tandatangani kontraknya sejak 23 September 2015 dengan menngunakan sumber dana pinjaman China dan dana pendamping dari APBN yang direncanakan selesai 2019. Proyek ini dikerjakan oleh Beijing Urban Construction Group (BUCG).

Proyek pembangunan MYC lainnya, kata Awang, pembangunan Bandara Samarinda Baru dengan target yang direncanakan progres pembangunannya mencapai 50 persen hingga akhir 2015. Pembangunan Bandara Samarinda Baru itu terdiri dari dibangunnya runway sepanjang 2.250 meter dengan lebar 45 meter, taxiway 140 meter dengan lebar 23 meter serta apron 300 meter dengan lebar 123 meter.

"Progres pembangunan saat ini telah mencapai 40,35 persen dari rencana 50 persen diakhir 2015. Kami optimis dapat selesai sesuai jadwal sehingga dapat di dioperasikan dengan menggunakan pesawat jenis Boeing 737 pada 2017 sebagai pengganti Bandara Temindung," katanya. (rus/sul/hmsporv)

Berita Terkait