Temuan Penderita TB di Kaltim Capai 2.400 Orang Pertahun

Sarasehan Tuberculosis Days

 

SAMARINDA – Penemuna penderita Tuberculosis (TB) Paru setiap tahun mencapai 2.250-2.400 penderita atau mencapai 32,5 persen dari jumlah penderita di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

“Dari seluruh penderita TB Paru di Kaltim, baru 32,5 persen terdeteksi berarti prevalensinya ada sekitar 67,5 persen yang belum terdeteksi,” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Bere Ali saat mewakili Gubernur Kaltim pada Sarasehan/Peringatan TB Days di Ruang Pandurata Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (14/4).

Menurut dia, berdasarkan hitungan preavalensi (jumlah penderita baru dan lama) disatu daerah perbandingannnya  210 per 10 ribu jiwa atau 7.460 penderita BTA (basil tahan asam) positif.

Karena itu, perlu dilakukan sosialisasi secara intensif dengan melibatkan seluruh kader TP-PKK dengan stakeholders terkait secara bersama-sama mendukung upaya yang dilakukan Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kaltim.

Selain itu, perlu juga dukungan seluruh elemen masyarakat diantaranya tokoh agama dan masyarakat,  utamanya pihak keluarga untuk selalu proaktif memeriksakan anggota keluarga apabila ada indikasi menderita gejala TB.

“Pemprov Kaltim melalui instansi terkait terus berupaya memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat penderita TB. Obat yang diberikan saat inikan gratis, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ungkap Bere.

Sementara itu, Ketua Umum PPTI Kaltim H Sutarnyoto menyebutkan angka tertinggi bagi penderita TB paru yakni Samarinda dan Balikpapan atau identik dengan jumlah (kepadatan) penduduk di suatu daerah.

“Penderita TB terbanyak di wilayah perkotaan karena penduduk banyak. Survey saat ini belum menggambarkan per daerah (kabupaten/kota) tetapi perhitungan sudah baku yakni perbandingannya jumlah penduduk,” ujar Sutarnyoto.

Dia menambahkan semakin banyak (padat) jumlah penduduk, semakin besar kemungkinan jumlah penderita TB di suatu daerah. “Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat ikut mempengaruhi angka penderita TB paru,” jelas Sutarnyoto.

Sarasehan pemberantasan TB paru Kaltim diikuti 150 peserta terdiri kader PKK, mahasiswa serta tokoh agama dan masyarakat. Ikut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Hj Rini Retno Sukesi, Walikota Samarinda H Syaharie Ja’ang dan Kepala Biro Sosial H Syafrian Hasani dengan narasumber spesialis paru FK Unmul dr Emil Bachtiar Moerad.(yans/sul/es/hmsprov).

Foto: Sejumlah peserta menyimak pemaparan dari nara sumber pada Sarasehan Tuberculosis Days. (fajar/humasprovkaltim).

 

Berita Terkait
Government Public Relation