Kalimantan Timur
UN 2016 Diikuti 171.833 Siswa

SAMARINDA - Sedikitnya 171.833 peserta akan mengikuti Ujian Nasional (UN) di Kaltim tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas jenjang SMA/MA 20.868 siswa, SMK 20.682 siswa, Paket C 4.355 peserta, Paket B 2.601 peserta, SMP/MTs 56.232 siswa, SMALB 68 siswa, SMPLB 109 siswa, SDLB 163 siswa dan SD/MI mencapai 66.755 siswa.

Jumlah siswa yang mengikuti UN tahun ini mengalami peningkatan 3 hingga 4 persen dari tahun lalu. Dua tahun ini Ujian Nasional tidak lagi menetapkan kriteria kelulusan. Kelulusan siswa ditentukan pihak satuan pendidikan masing-masing atau sekolah. Karena kelulusan itu melalui nilai hasil ujian sekolah.

“Kami harapkan semua peserta dapat mengikuti ujian yang telah dijadwalkan. Namun demikian, untuk Ujian Nasional hingga saat ini tidak ada kriteria untuk kelulusan. Tetapi, untuk Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Dayang Budiati di Samarinda, Selasa (29/3).

Pelaksanaan ujian untuk jenjang SMA/MA sederajat dimulai 4-6 April 2016 termasuk SMALB sederajat. Pelaksanaan UN SMP/Mts sederajatn dimulai 9-12 Mei 2016. Sedangkan Sekolah Dasar (SD)/MI sederajat 16-18 Mei 2016. Sementara untuk naskah soal ujian sudah didistribusikan sejak H-10 pelaksanaan ujian. Terutama untuk daerah terluar, terdalam dan terpencil (3T).

“Ujian Nasional sudah diambang pintu. Pelaksanaan dimulai dari jenjang SMA sederajat pada 4 hingga 6 April 2016, tetapi itu khusus peserta yang berbasis kertas. Sedangkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dilaksanakan sejak 4-9 April 2016,” jelasnya.

Peserta yang menggunakan fasilitas berbasis kertas dan komputer ada perbedaan, yaitu untuk berbasis kerta dilaksanakan selama tiga hari dengan jumlah mata pelajaran perhari sebanyak dua mata pelajaran. Sedangkan yang berbasis komputer dilaksanakan selama enam hari dengan jumlah mata pelajaran perhari sebanyak satu mata pelajaran dari enam mata pelajaran yang diujikan.

Sedangkan untuk SMP sederajat pelaksanaan berbasis kertas dan komputer bersamaan. Sementara dari jenjang SD pelaksanaan ujian berbasis kertas. Mengingat kian dekatnya waktu ujian, para siswa peserta ujian diharapkan terus belajar dan mengulang pelajaran yang telah diajarkan.(jay/sul/hmsprov).

Berita Terkait