10 Ribu Hektar Lahan Eks Tambang untuk Pengembangan Ternak Kaltim

SAMARINDA -  Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam rangka percepatan mewujudkan 2 juta ekor sapi di Kaltim. Diantaranya integrasi sapi dengan potensi kewilayahan yang dimiliki daerah termasuk pemanfaatan lahan reklamasi eks tambang batubara yang tersebar di kabupaten dan kota di Kaltim.

Saat ini tersedia lahan eks tambang batubara sekitar 10.000 hektar di Kaltim yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan peternakan sapi Kaltim melalui integrasi sapi eks lahan batubara.

Potensi lahan untuk kegiatan ternak sapi itu disampaikan Gunung Djoko dari Dinas Pertambangan dan Energi Kaltim pada Rakontekda Pembangunan Peternakan Kaltim, pekan lalu.

Namun demikian, potensi lahan eks tambang itu perlu lebih diintensifkan koordinasinya ujar Djoko. Mengingat masih banyak lahan dikuasai pihak perusahaan.

“Koordinasi terhadap pemanfaatan lahan eks tambang perlu koordinasi karena pihak perusahaan masih menguasainya termasuk melakukan kegiatan revegetasi bagian dari kegiatan reklamasi lahan,” kata Gunung Djoko.

Selain itu, koordinasi sebagai bagian dari antisipasi jika terjadi perubahan status lahan. Tetapi, pada dasarnya pihak perusahaan mau bekerjasama dengan pemerintah untuk pemanfaatan lahan eks tambang itu.

Dijelaskannya, identifikasi atas lahan-lahan potensial untuk peternakan itu agar memudahkan perencanaan dan pelaksanaan di tingkat lapang khususnya penempatan sapi-sapi tersebut.

Karena, ada pola kandang ataupun pemeliharaan ternak pola rance (penggembalaan). Ketersediaan luasan lahan eks tambang memungkinkan untuk kedua pola itu. Dia menambahkan lahan-lahan eks tambang batubara yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan peternakan sudah masuk dalam rancangan tata ruang wilayah Kaltim.

“Potensi lahan eks tambang ini menjadi pilihan utama untuk mendukung pengembangan integrasi sapi. Khususnya kegiatan yang mengarah pada percepatan populasi dua juta ekor sapi di Kaltim,” ujar Djoko. (yans/sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation