2016 Menara Telekomunikasi di Perbatasan akan Bertambah

2016 Menara Telekomunikasi di Perbatasan akan Bertambah

 

SAMARINDA - Kabupaten Mahakam Hulu yang berbatasan dengan Negara Malaysia pada 2016 akan mendapat tambahan menara telekomunikasi untuk membuka isolasi daerah yang belum terkoneksi jaringan telekomunikasi.

Kepala Dinas komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Abdulah Sani melalui Bidang Pos dan Telekomunikasi Diskominfo Kaltim Atmaji mengatakan bahwa bertambahnya menara telekomunikasi atau tower BTS (Base Transceiver Station) menghasilkan jangkauan komunikasi semakin meluas di kawasan perbatasan.

"Saat ini, masih ada beberapa titik yang masih mengalami gangguan jaringan komunikasi di Mahulu karena letak geografisnya yang berbukit-bukit," katanya.

Atmaji menyebutkan, tambahan menara telekomunikasi yang akan dibangun di Kabupaten Mahulu sebanyak sembilan titik lokasi menara. Sembilan menara itu masing-masing dibangun melalui anggaran dari pemerintah kabupaten Mahulu sebanyak enam titik lokasi menara dan sisanya sebanyak tiga titik lokasi menara akan dibangun melalui bantuan keuangan Pemprov Kaltim.

"Hingga saat ini, di Mahulu sudah terbangun tiga titik menara di Desa Tiong Ohang, Desa Long Apari dan di Desa Long Lunuk. Untuk tambahan titik lainnya, kami masih belum mengetahui secara pasti titik-titik yang akan dibangun nanti. Yang jelas, pada 2016 telah direncanakan terbangun menara di sembilan titik. Kami berharap, sudah tidak ada lagi masalah terkait jaringan telekomunikasi di Mahulu," katanya.

Pembangunan menara oleh pemerintah provinsi dan Kabupaten Mahulu di wilayah perbatasan ini nantinya tetap memanfaatkan kerjasama dengan PT Telkomsel untuk meletakkan sinyal BTS di menara. Atmaji menambahkan, untuk memperluas jangkauan diusulkan agar pihak Telkomsel juga memasang repeater atau alat yang dapat menerima dan memperkuat sinyal. 

"Telkomsel seharusnya bisa memasang repeater atau penguat signal untuk memperluas jangkauan hingga ke seluruh wilayah desa yang sangat jauh dari jangkauan signal. Repeater ini bisa juga diletakkan di rumah warga, menara pemancar atau pun di atas bukit," katanya. (rus/sul/hmsprov)

Berita Terkait