64 Poktan Dilatih tentang Kesehatan Hewan

Kaltim Siapkan 10 Ribu Sapi Brahman Cross dari Australia

SAMARINDA – Setidaknya 64 orang  perwakilan dan ketua kelompok tani ternak (Poktan) dari seluruh kabupaten dan kota yang mendapat pelatihan tentang kesehatan hewan, yang merupakan persiapan untuk memelihra 10 ribu sapi Brahman Cross dari Australia.

Menurut Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kaltim H Dadang Sudarya, pelatihan merupakan upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan serta keterampilan dan kemampuan petani peternak untuk memeliharan sapi Brahman Cross.

“Petani kita kan sudah biasa budidaya dan pemeliharaan Sapi Bali. Nah, kalau ini sapi Brahman Cross dari Australia sebanyak 10 ribu ekor tentu diperlukan pola pengelolaan yang lebih khusus,” kata Dadang Sudarya.

Sebelum ikut pelatihan, para petani peternak atau poktan telah melalui proses seleksi terkait dengan pengetahuan dan kemampuan dalam budidaya dan tata kelola sapi jenis Brahman Cross.

Sapi Brahman Cross yang datang ke Kaltim merupakan bantuan pemerintah pusat melalui APBN perubahan 2015 dan seluruhnya berjenis betina produktif. Bantuan ini sebagai upaya mendukung percepatan populasi dua juta sapi di Kaltim.

Selain itu, ada sekitar 950 ekor Brahman Cross yang dialokasikan dari APBD provinsi tahun 2015 untuk  mendukung terwujudnya dua juta sapi Kaltim.

“Kami mengharapkan melalui pelatihan ini, sapi Brahman Cross dari Australia ini dikelola dengan baik dan mampu beranak pinak serta populasinya semakin bertambah, sehingga program dua juta sapi Kaltim dapat diwujudkan,” harap Dadang Sudarya.

Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan dr Edith Hendartie menyebutkan peserta pelatihan sebanyak 96 orang terdiri 32 petugas TOT manajemen budidaya sapi potong dan 64 orang perwakilan kelompok tani ternak untuk petugas kesehatan hewan.

Pelatihan dilaksanakan lima hari sejal 13-17 September dengan narasumber Ross Ainsworth dari MLA (meat and livestock Autralia) serta Grant Hamilton dan Neil Mc’Donald  dari NT DPIF ( Northern Toriterry Department of Primary Industry and Fisheries).(yans/es/adv). 

Foto: Sejumlah peserta pelatihan kesehatan hewan dan manajemen budidaya sapi potong (humasprov kaltim/masdiansyah).

 

Berita Terkait