Agar Anak Terhindar dari Tindak Kekerasan

Orang Tua dan Guru Wajib Berperan Aktif

SAMARINDA - Orang tua dan dan guru di sekolah berperan penting dalam menyosialisasikan dampak kekerasan seksual terhadap anak yang saat ini kian marak. Dengan harapan, kekerasan terhadap anak dapat dikurangi bahkan diantisipasi. 

“Kami berharap sosialisasi tersebut berjalan efektif. Sehingga peran semua pihak, terutama sekolah dan lingkungan keluarga memiliki tanggung jawab bersama dalam masalah ini,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim Hj Ardiningsih di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (13/5).

Guna meanggulangi kemungkinan terjadinya kekerasan terhadap anak, terutama kekerasan seksual, Pemprov Kaltim melalui BPPKB juga terus melakukan sosialisasi, sebagai upaya melakukan perlindungan terhadap anak.

Menurut dia, perlindungan terhadap anak sangat penting karena anak-anak juga masih sering mendapat perlakuan tidak wajar berupa kekerasan dalam rumah tangga, misalnya penganiayaan, pencabulan, perkosaan, ancaman dan penghinaan.

Karena itu, diharapkan seluruh instansi terkait dapat bergerak bersama untuk melakukan sosialisasi dampak kekerasan terhadap anak. “Dengan gerakan bersama diharapkan anak-anak di Kaltim terhindar dari kekerasan, sehingga mereka tetap memiliki semangat untuk meraih prestasi dan cita-cita,” kata Ardiningsih. 

Kasus kekerasan terhadap anak  di Kaltim, memang ada namun pencegahan terhadap prilaku itu harus dilakukan sejak dini, sehingga tidak berdampak pada mental dan psikologis anak. Kekerasan akan berdampak pada prilaku anak yang tidak semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

“Saya yakin kekerasan seksual terhadap anak dapat dicegah, asal orang tua dan guru hingga orang lain di lingkungan sekitar tempat tinggal, dengan  selalu berperan aktif untuk menghindari kemungkinan terjadinya tidak kekerasan terhadap anak,” jelasnya (jay/sul/es/hmsprov)

////FOTO : Hj Ardiningsih

Berita Terkait