Kalimantan Timur
Anggota Satpol Dilatih Beladiri dan Mental

SAMARINDA - Menciptakan disiplin, kecekatan serta bertanggunggjawab atas pekerjaan, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Kaltim dilatih beladiri dan pembinaan mental. 

Pelatihan ini diperlukan agar setiap anggota atau pegawai Satpol mampu mengetahui situasi dan kondisi lingkungan sekitar, khususnya Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltim maupun rumah jabatan para pejabat teras Pemprov Kaltim.

Selain itu, anggota Satpol PP juga diharapkan dapat lebih percaya diri dalam menjalankan tugas, bukan untuk membentuk anggota Satpol senang berkelahi.

“Pendidikan dan pelatihan ini kita mulai sejak 10 Agustus 2016 yang diawali oleh anggota Satpol PP Pemprov Kaltim yang berada di Balikpapan. Pelaksanaannya di Guest House Pemprov Kaltim,” kata Kepala Satpol PP Kaltim Gede Yusa di Pendopo Lamin Etam, Kamis (11/8).

Pelatihan tersebut wajib diikuti seluruh anggota Satpol PP Pemprov Kaltim, yang rencana dilaksanakan secara bertahap hingga semua anggota mengikuti pelatihan. Satpol PP prinsipnya harus mampu menjaga kehormatan lembaga pemerintahan, sehingga untuk mendukung itu, perlu adanya kesigapan dari anggota Satpol dalam bertugas.

Artinya, kondisi ini berkenaan dengan fisik, tangan dan kaki harus kuat. Sehingga ketika menghadapi situasi tertentu tidak grogi atau takut. Bahkan, dengan mengikuti pelatihan beladiri, anggota dapat mengetahui mana titik kelemahan lawan.

Gede berharap ke depan setiap anggota Satpol PP mengikuti tiga cabang beladiri yakni kempo, karate dan taekwondo.

“Tetapi semua itu harus juga dibekali mental yang kuat. Artinya, anggota Satpol PP diajarkan untuk tidak ragu dalam bertindak, tapi tidak sembarangan. Pelatihan ini juga sangat baik untuk kesehatan anggota Satpol PP,” jelas Gede Yusa.

Melalui pelatihan tersebut, Gede Yusa juga berharap kepada anggota Satpol yang merasa memiliki berat badan yang tinggi agar dapat dikurangi, termasuk anggota dengan perut buncit.

Pelatihan di Balikpapan dilatih oleh jajaran Polres Kota Balikpapan. Bahkan, setelah menjalani pelatihan, anggota Satpol di tes urine yang dikoordinasikan dengan Badan Narkotika Kota (BNK) Balikpapan, sekaligus untuk mengetahui apakah ada diantara mereka yang menjadi pengguna narkoba atau tidak.

“Tindakan yang kita lakukan agar anggota Satpol PP mampu menjadi contoh bagi pegawai yang lain dalam bekerja. Salah satunya tidak terlibat penyalahgunaan narkoba. Karena itu, pembinaan ini bukan hanya memberikan pelatihan beladiri tetapi juga pembinaan mental spiritual, seperti pengajian,” bebernya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation