Antar Kecamatan Tidak Boleh Terisolir

Raker Gubernur dengan Pemkab Kukar


TENGGARONG - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta agar Pemerintah Kutai Kartanegara dapat menghubungkan jalan dari Kota Bangun sampai ke Tabang. Hal itu juga diiringi dengan terhubungnya jalan dari Jembatan Adji Tulur Jejangkat hingga ke Tabang, sehingga antara Kutai Kartanegara dan Kutai Barat dapat saling terhubung melalui Tabang.
"Kita semua ingin tidak ada lagi kecamatan yang terisolir, selanjutnya disusul tidak ada lagi desa yang terisolir di Kaltim. Pembangunan harus saling bersinergi antara provinsi dan kabupaten/kota, sehingga semua permasalahan dapat diselesaikan bersama," ujar Awang Faroek pada Rapat Kerja Pemprov Kaltim dengan Pemkab Kukar, di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (3/6).
Gubernur Awang Faroek mengungkapkan dalam kurun waktu lima tahun (2009-2013) Pemprov Kaltim telah mengalokasikan bantuan sekitar Rp529 miliar untuk pembangunan di Kutai Kartanegara. Porsi tersebut, lanjut dia, lebih besar dari yang diterima oleh kabupaten/kota lainnya, hanya saja selama ini tidak terlalu dipublikasikan di media.
"Dengan APBD Kukar yang sekitar Rp6 triliun ditambah dengan bantuan keuangan provinsi, saya ingin semua jalan di Kukar harus bagus. Jadi jangan lagi dipersoalkan kurangnya uang kita untuk membangun. Kita akan berjuang untuk itu. Beberapa ruas jalan yang menjadi jalur utama memang harus segera diprioritaskan, seperti Loa Janan-Tenggarong yang rusak itu harus segera diselesaikan," ucapnya.
Menurut dia, sudah cukup momentum kejayaan kayu di Kaltim terlewatkan karena tidak diiringi dengan pembangunan infrastruktur yang baik. Momentum migas dan batu bara saat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, khususnya untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hingga saat ini belum memadai.
"Jika jalan sudah bagus, airport bagus, listrik, air bersih dan telekomunikasi sudah terpenuhi, secara otomatis ekonomi rakyat akan tumbuh dengan baik. Kita harus penuhi semua kebutuhan dasar masyarakat, sehingga tujuan utama pembangunan, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud," kata Awang Faroek.
Gubernur Awang Faroek berpesan agar seluruh pemangku kepentingan di Kukar dapat menjaga suasana kondusif di daerah itu. Terutama menjelang Pemilukada Kaltim yang akan dilaksanakan pada 10 September 2013. Gubernur mengajak agar seluruh masyarakat Kukar dapat menggunakan hak pilihnya, sehingga pesta demokrasi rakyat Kaltim ini dapat berlangsung sukses.
"Kutai Kartanegara merupakan salah satu daerah yang tidak pernah terjadi konflik komunal. Mari kita jaga dan pertahankan kondisi seperti ini, sampai kapanpun," ajaknya.     Sebelumnya, Bupati Kukar Rita Widyasari mengungkapkan bantuan keuangan provinsi untuk Kabupaten Kukar pada 2013 sekitar Rp169 miliar untuk 34 kegiatan. Hingga kini yang sudah terserap sekitar Rp 30,5 miliar. Hal itu disebabkan adanya pekerjaan fisik dan pengadaan barang yang sebagian besar masih dalam proses lelang. Kemudian, belum ditentukannya lokasi pembangunan rumah sakit tipe C di Muara Badak, karena masih dinilai masih berdekatan dengan Samarinda.
"Kendala lainnya adalah proses lelang peralatan kesehatan di rumah sakit Aji Batara Agung di Samboja yang masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari lembaga terkait. Selain itu, pada beberapa kegiatan perlunya penyesuaian harga barang dikarenakan perubahan harga pasar," ungkap Rita.
Rita menjelaskan Pemkab Kukar berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda khususnya di wilayah Kukar. Demikian juga untuk pembangunan infrastruktur lainnya yang mendapat bantuan Pemprov Kaltim, seperti Irigasi Marang Kayu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di kawasan SMA Unggulan dan Kampus Unikarta di Tenggarong Seberang.
Kemudian ada usulan Pemkab Kukar lainnya agar mendapat dukungan dan dibantu Pemprov Kaltim, yakni peningkatan Jalan Tenggarong-Loa Janan, hilirisasi petrokimia, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sanitary Landfill atau TPA regional seluas 100 hektare yang akan dipakai bersama dengan Pemkot Samarinda. PLTG Senipah 2x41 Megawatt.
Selanjutnya, pembangunan Jembatan Kukar, Jembatan Loa Kulu, Badan Jalan Tenggarong-Loa Kulu dan Loa Janan (Batuah) sepanjang 32 kilometer sebagai jalur alternatif. Pembangunan Jalan Sebulu menuju Jalan Provinsi. Peningkatan jalan menuju Jalan Jakarta Samarinda-Karang Paci (Ring Road III).  
Turut hadir dalam raker tersebut, PJs Ketua DPRD Kaltim H Syahrun, Anggota DPRD H Mukmin Faisyal, Plt Sekprov H Rusmadi, serta pimpinan SKPD lingkup Pemprov dan Pemkab Kukar. Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan Pemprov untuk rumah ibadah di Kukar, bantuan alat pertanian dan bantuan alat kesenian. (her/hmsprov).

///FOTO : Salah satu longsoran jalan di kilometer 38  Sepku-Semoi yang menjadi perhatian Pemprov Kaltim dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ke wilayah selatan. Hal ini dilakukan untuk memberikan jaminan terkait kualitas jalan sebagai sarana transportasi masyarakat antar Kabupaten/Kota.(masdiansyah/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait