APBD Kaltim Tetap Untuk Kepentingan Rakyat


 

SAMARINDA - Sekdaprov Kaltim Dr H Rusmadi menegaskan, Pemprov Kaltim tetap memberikan perhatian pada program dan kegiatannya dimuarakan pada kepentingannya untuk rakyat dalam rancangan APBD 2017 sebesar Rp 8,098 triliun.

Dalam rancangan APBD 2017 yang direncanakan sebesar Rp8,098 triliun tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,987 triliun, dana perimbangan sebesar Rp4,083 triliun dan pendapatan lainnya yang sah sebesar Rp19,402 miliar.

"Kita tidak bermain-main dalam hal penyusunan RAPBD ini baik dari sisi substansi bahwa anggaran ini dipastikan untuk kepentingan rakyat dan anggaran ini harus memenuhi tahapan dan mekanisme sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Rusmadi saat menghadiri Dialog Halo Kaltim di Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda pada Jumat (12/16).

Menurutnya, Pemprov Kaltim dalam melakukan fungsinya tetap memberikan memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan daya saing ekonomi.

"Karena itu, alokasi APBD tetap diberikan perhatian kepada kepentingan rakyat. Misalnya dengan membangun infrastruktur dasar seperti air bersih dan jalan serta infrastruktur lainnya yang menjadi kepentingan rakyat," katanya.

Terkait pembangunan dengan pola multi years contract (MYC), Rusmadi menyampaikan tetap menjadi prioritas seperti pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda, pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB), pembangunan Jembatan Mahakam IV dan jalan pendekatnya, pembangunan jaringan pipa transmisi air baku Sekerat dan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Maloy di Kutai Timur. Tiga kegiatan MYC yang diprediksi tuntas pada 2017 adalah pembangunan BSB dan Jembatan Mahakam IV (bentang tengah). Sedangkan jalan tol diprediksi mencapai 83,97 persen dan SPAM Maloy 76,11 persen.

"Bukan itu saja, kita juga tetap memprioritaskan kualitas SDM, program pendidikan dan kesehatan serta rumah layak huni," katanya.

Lebih lanjut, dalam acara dialog halo kaltim ini, Rusmadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat di Kaltim karena alokasi anggaran untuk pendidikan dan kesehatan terpaksa dikurangi karena keterbatasan keuangan.

"Saya menyampaikan mohon maaf karena terkait dengan kondisi keuangan ini terpaksa dianggarkan tidak maksimal. misalnya beasiswa, untuk beasiswa ini kalau jadi pilihan terjelek, paling tidak jumlah penerima beasiswa atau nilai beasiswanya akan dikurangi. Tapi, yang jelas program Kaltim Cemerlang tetap berjalan," katanya.(rus/humasprov)

Berita Terkait