Asrama Haji Balikpapan Siap Jadi Tempat Isolasi ODP dan PDP Covid-19

SAMARINDA - Keputusan pemerintah untuk tidak memberangkatkan jemaah haji tahun 2020 ke Arab Saudi akibat pandemi virus corona (Covid-19) memberi peluang penggunaan Asrama Haji Batakan Balikpapan  sebagai tempat isolasi pasien ODP dan PDP bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Balikpapan.

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan Asrama  Haji Batakan Balikpapan sudah memenuhi syarat sebagai tempat isolasi tambahan.

"Tidak ada masalah,  Asrama Haji Batakan Balikpapan sudah memenuhi syarat. Oleh karena itu  akan segera difungsikan," kata Hadi Mulyadi di Kantor Gubernur, Kamis (11/6/2020).

Hadi menambahkan, Asrama Haji Batakan Balikpapan memiliki 226 kamar. Dimana setiap kamar berkapasitas 2 sampai 6 tempat tidur. Ada  beberapa asrama yakni Quba, Mad Hujja, Khandaq, Zam-zam dan Raudah.

"Selain itu, di kompleks tersebut  juga terdapat dua poliklinik, sehingga  sudah memenuhi syarat untuk difungsikan menjadi tempat isolasi tambahan pasien ODP dan PDP di Balikpapan," tandasnya.

Terkait kasus  pandemi Covid-19  di Kaltim  Hadi Mulyadi   meminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan. Karena saat ini masih saja terjadi penularan Covid-19  di sembilan kabupaten/kota. 

Hal ini menunjukkan di Kaltim masih terjadi penularan. Masyarakat tidak boleh berasumsi bahwa kondisi saat ini sudah aman. Oleh karena itu  pemerintah mengharapkan agar tetap berada di rumah, menghindari kerumunan, menerapkan physical distancing dan selalu menggunakan masker ketika berada di luar rumah.

"Kita meminta kepada seluruh lapisan  masyarakat agar jangan lengah, namun  tetap waspada  dalam menghadapi perkembangan situasi dan kondisi penyebaran Covid-19.  Adanya perubahan kebijakan dari pemerintah jangan membuat kita lengah, tetap lakukan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," tegasnya.

Pemprov Kaltim mengajak masyarakat selalu waspada dan tenang menghadapi virus ini. Dengan begitu dapat menekan dan mengurangi penyebaran Covid-19 di Kaltim.

Dia juga mengingatkan pentingnya budaya hidup bersih dan sehat untuk menuju tatanan hidup normal yang baru (New Normal). Menuju kondisi hidup normal yang baru itu tidak mudah. (mar/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait