Awang : Luangkan Waktu Membaca Buku

Kaltim Menjadi Provinsi Gemar Membaca

 

SAMARINDA – Dalam rangkaian Pesta Kaltim Sejuta Buku dan Pekan Perpustakaan Anak-Anak yang digelar Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim bersama even organizer 3GP_roduction Jogyakarta , Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak melakukan pencanangan Kaltim sebagai Provinsi Gemar Membaca.

Namun, guna mewujudkannya maka masyarakat baik pelajar, mahasiswa maupun pegawai pemerintah dan swasta serta masyarakat Kaltim umumnya harus meluangkan waktu untuk selalu membaca buku.

Walaupun buku dari berbagai jenis dan bacaan termasuk buku-buku mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi serta buku pengayaan. Sehingga akan mampu menambah pengetahuan serta wawasan masyarakat terutama membuka pola pikir dan kecerdasan.

“Kita contoh Bangsa Jepang. Sebagai negara yang pernah hancur lebur namun berkat kegemaran masyarakatnya membaca buku akhirnya negara itu sangat maju bahkan menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Awang Faroek Ishak, Jumat (17/5).

Selain itu melalui program gemar membaca maka upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam pengentasan buta aksara bagi masyarakat akan cepat tercapai. Saat ini pengentasan buta aksara Kaltim sudah mencapai 97,6 persen.

Menurut Awang, tinggal beberapa persen saja lagi maka masyarakat Kaltim akan terbebas dari buta aksara dan kondisi ini tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Sehingga dengan program gemar membaca dapat diwujudkan pengentasan buta aksara.

“Kita melaksanakan program gemar membaca agar masyarakat Kaltim dimana saja berada hingga ke pelosok memiliki kebiasaan atau membudayakan membaca. Bupati maupun Walikota hendaknya mendukung pembangunan perpustakaan hingga ke tingkat desa, instansi pemerintah, swasta maupun TNI dan Polri harus memiliki perpustakaan,” harap Awang.

Sementara itu Kepala Perpustakaan Provinsi Kaltim Hj Sri Sulasmi Retno Wijayanti mengemukakan digelarnya even tingkat provinsi ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat guna memperoleh buku-buku bermutu dengan harga murah dan terjangkau, terutama dalam upaya mewujudkan Kaltim sebagai provinsi gemar membaca.

Selain itu, menyediakan informasi dan transaksi serta komunikasi antar masyarakat perbukuan dengan masyarakat.”Sekaligus mengajak masyarakat peduli dengan sesama melalui wakaf buku untuk disumbangkan kepada masyarakat atau perpustakaan,” ujar Sri Sulasmi.

Dijelaskan,  saat ini telah terbentuk 1.932 perpustakan terdiri dari 12 perpustakaan umum kabupaten/kota, 36 perpustakaan kecamatan dan 512 perpustakaan desa/kelurahan, 100 perpustakaan instansi dan 60 perpustakaan perguruan tinggi serta 1.212 perpustakaan sekolah/madrasah.

Pesta Kaltim Sejuta Buku dan Pekan Perpustakaan Anak-Anak yang digelar delapan hari sejak 17-23 Mei diikuti 150 penerbit nasional. Pameran dirangkai dengan berbagai kegiatan dan lomba-lomba bagi siswa TK hingga SMA dan sederajatnya.(yans/hmsprov)

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak memecahkan Gentong tanda pencanangan Kaltim sebagai Provinsi Gemar Membaca dan memberantas kebodohan di Kaltim.(masdiansyah/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait