Awang: Kaltim Siapkan 444 Ribu Hektare Lahan Pertanian

Kaltim Siap Sukseskan Aksi Bukittinggi

 

PADANG – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menetapkan pencapaian surplus beras pada 2014 sebesar 10 juta ton. Kebijakan ini dilakukan melalui Aksi Bukittinggi dengan melibatkan 12 Gubernur se-Indonesia termasuk Kaltim.

“Kemarin di Bukittingi saya bersama 11 Gubernur se-Indonesia telah melakukan komitmen bersama Presiden SBY  untuk menyukseskan  surplus  beras secara nasional sebesar 10 juta ton pada 2014,” kata Gubernur Awang Faroek Ishak usai menghadiri Hari Pangan Sedunia ke-33 Tahun 2013 di area Stasiun TVRI Padang Sumatera Barat, Kamis (31/10).

Sementara itu di Kaltim ternyata memiliki potensi cukup besar untuk  mendukung pengembangan kegiatan pertanian dan hingga saat ini sudah teridentifikasi sekitar 444.005 hektar yang tersebar di 10 kabupaten termasuk di Kalimantan Utara.

Bahkan beberapa daerah telah menunjukan keberhasilan dalam kegiatan pertanian tersebut, termasuk pengembangan komoditi beras. “Sehingga, kewajiban saya adalah menindaklanjuti komitmen itu,” ujar Awang.

Namun demikian, terpenting saat ini adalah tekad itu harus didukung dengan komitmen yang sama dari seluruh kepala daerah yang ada di Kaltim khususnya para bupati yang sudah jelas memiliki lahan  potensial untuk pengembangan kegiatan pertanian.

Sehingga tidak ada alasan lagi kalau disebutkan masih ada daerah yang belum memiliki lahan potensial untuk kegiatan pertanian. Selanjutnya perlu disusun perencanaan untuk melakukan rencana aksi di tingkat kabupaten juga kota yang memiliki potensi lahan.

Sebab, suksesnya pelaksanaan suatu program yakni tergantung persamaan persepsi baik ditingkat pengambil kebijakan (pemerintah daerah)  maupun masyarakat selaku pelaku kegiatan dengan pihak akademisi yang memiliki data dan informasi penelitiannya.

“Seluruh pihak harus kompak dan  bersatu menyamakan persepsi terlebih kabupaten dan kota harus terlibat. Para bupati dan walikota harus menindaklanjuti membuat rencana aksi dan kebijakan yang berpihak pada kegiatan pertanian baik regulasi maupun anggaran,” lanjutnya.

Selain itu, dengan adanya revisi tata ruang wilayah Kaltim maka lahan-lahan potensial yang dimiliki kabupaten itu sudah harus siap. Misalnya, untuk pengembangan kegiatan rice and food estate di Kutai Barat sekitar 120.540 hektare atau 70 ribu ha lahan kering dan 50 ribu ha lahan basah.

Kutai Timur sekitar  62.630 hektare dan Berau sekitar 62.751 hektare serta Bulungan terdapat lahan sekitar 50.000 hektare,  Kabupaten Tana Tidung sekitar 6.200 hektare serta Kabupaten Malinau 1.933 hektare dan Kabupaten Nunukan terdapat sekitar 46.700 hektare.

“Dalam pelaksanaan rencana aksi di daerah tersebut menyangkut komoditi beras, jagung, kedelai serta daging (sapi dan kerbau). Sehingga, selain bupati dan walikota juga akademisi atau perguruan tinggi maupun seluruh stakeholders termasuk BPN untuk memastikan kepastian lahan secara bersama-sama menyukseskan kegiatan pertanian di daerah,” ungkap Awang Faroek.(yans/hmsprov)

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Tim PKK Kota Samarinda yang berhasil meraih peringkat IV Nasional pada Lomba Cipta Menu B2SA (Beragam Bergizi Berimbang Sehat dan Aman) di Kota Padang. (masdiansyah/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation