Awang Minta BPK Bantu OPD Kaltim Raih WBK

Gubernur bersama Anggota VI BPK RI Harry Azhar Azis. (SENO/HUMASPROV)

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berkeinginan agar di akhir kepemimpinannya dapat mendorong sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Kaltim meraih penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang merupakan penilaian dan penghargaan bersama dari Kemenpan RB, KPK dan Ombudsman RI. Saat ini, penghargaan WBK di Kaltim baru diraih manajemen RSUD Kanujoso Djatiwibowo akhir tahun lalu.

 

Mewujudkan itu, Awang meminta, agar jajaran Perwakilan BPK RI Kaltim khususnya di kepemimpinan Raden Cornell Syarief Prawiradiningrat dapat membantu OPD Kaltim, sehingga Kaltim tidak hanya RSUD Kanujoso Djatiwibowo yang meraih, tetapi OPD lainnya juga bisa. Terutama OPD yang memberikan pelayanan umum. Contohnya, Bapenda Kaltim, RSUD AWS, RSUD Atma Husada serta BPD Kaltimtara. "Kita minta jajaran Perwakilan BPK RI Kaltim bisa membantu kami, sehingga penyelenggaraan pengelolaan keuangan di masing-masing OPD betul-betul semakin baik. Sedangkan, penghargaan WBK adalah ikutan dari hasil pekerjaan yang dilaksanakan," kata Awang Faroek Ishak di Kantor Perwakilan BPK RI Kaltim, Kamis (15/3).

 

Awang mengatakan, dukungan dari BPK ini bukan Kaltim ingin sekedar meraih penghargaan. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana menciptakan pemerintahan bersih dan berwibawa sehingga pelayanan terhadap masyarakat semakin baik. Penghargaan hanya dampak ikutan dari hasil kerja yang baik.

 

Karena itu, Awang meminta apa yang telah dicapai RSUD Kanujoso dapat ditiru semua OPD di lingkungan Pemprov Kaltim. Terutama bagaimana menciptakan pengelolaan keuangan dan suasana kerja yang baik. Terutama bagi OPD yang langsung berhadapan dengan pelayanan umum. "Tujuannya tidak lain agar masyarakat betul-betul merasa dilayani. Jika bisa mempermudah kenapa mempersulit. Apalagi sampai meminta imbalan. Jika memang ada demikian, silahkan masyarakat laporkan ke Gubernur," tegasnya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait