Bangun Fasilitas Kesehatan, Prioritas Layani Masyarakat

JAKARTA–Pemprov Kaltim menempatkan sektor kesehatan khususnya untuk pelayanan kepada masyarakat pada program prioritas pembangunan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir Pemprov terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang  dilakukan melalui pemerataan pelayanan dan penyediaan fasilitas kesehatan.
Pelaksana Harian Gubernur Kaltim Dr H Rusmadi mengatakan fasilitas kesehatan tersebut terutama Puskesmas dan Puskesmas Pembantu serta Puskesmas Keliling yang mampu menjangkau segala lapisan masyarakat hingga ke daerah terpencil. Selain itu, Puskesmas 24 Jam juga terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan.
Untuk Rumah Sakit (RS), jumlahnya terus meningkat. Hingga 2013 tercatat 51 unit yang terdiri dari RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) sebanyak 16 unit, RS swasta (13 unit), RS TNI (5 unit), RS BUMN (2 unit) dan RS khusus (15 unit).  
Sampai dengan semester I 2013, jumlah rumah sakit yang terakreditasi mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 22 buah, jika dibandingkan dengan 2009 yang baru berjumlah 4 buah. Selanjutnya, mulai 2014 akan diberlakukan standart Join Commitee International (JCI) dalam rangka menuju rumah sakit kelas Internasional.
“Kita juga akan bangun Rumah Sakit Pratama yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah perbatasan, pedalaman dan daerah terpencil. Sehingga mereka juga dapat merasakan pelayanan kesehatan yang setara dengan masyarakat di perkotaan,” jelas Rusmadi, Kamis (29/8).
Disamping itu, lanjut dia, terdapat UPTD Balai Kesehatan Mata dan Olah raga Masyarakat (BKMOM) Samarinda yang telah memberikan pelayanan operasi buta katarak sebanyak 1.573 orang dari target 1.550 orang.
Sedangkan untuk pelayanan penunjang diagnostik terdapat UPTD Laboratorium Kesehatan Kaltim di Samarinda yang telah terakreditasi ISO:17025 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Dari sisi tenaga kesehatan, jumlahnya mengalami peningkatan yang tersebar di seluruh Kaltim. Ketersediaan tenaga kesehatan hingga 2013, meliputi dokter umum sebanyak 1.121 orang, dibandingkan pada 2009 sebanyak 786 orang. Dokter spesialis pada 2013 jumlahnya sebanyak 420 orang sedangkan pada 2009 sebanyak 288 orang.
Kemudian, dokter gigi sebanyak 421 orang pada 2013 dan pada 2009 sebanyak 246 orang. Tenaga bidan dari 2009 sebanyak 1.339 telah bertambah pada 2013 sebanyak 2.596 orang. Untuk tenaga perawat pada 2009 sebanyak 4.945 orang juga mengalami peningkatan di 2013 sebanyak 5.633 orang.
“Meskipun jumlah tenaga kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun namun Pemprov terus berupaya untuk menambah tenaga kesehatan tersebut melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang yang diperuntukkan bagi putra-putri di daerah perbatasan, terpencil dan pedalaman yang ingin menjadi tenaga kesehatan dan mengabdi di daerah asalnya,” ucapnya.
Dalam upaya-upaya peningkatan pelayanan kesehatan ini, Pemprov Kaltim telah menerima penghargaan di bidang kesehatan yaitu Manggala Karya Bakti Husada oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (her/hmsprov)

//Foto: Rusmadi

Berita Terkait