Bangun Jalan Tol, Awang Ungkapkan Dirinya Hampir Putus Asa


SAMBOJA - Jalan Tol Balikpapan Samarinda yang beberapa saat lagi diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ternyata tidak diperoleh dengan perjuangan yang biasa-biasa saja. 

"Saya hampir putus asa," ungkap Awang Faroek Ishak, mantan Gubernur Kaltim yang dengan diskresinya nekad membangun jalan tol menggunakan APBD Kaltim di awal periode pertamanya, sekira 11 tahun lalu.

Diskresi dilakukannya karena hampir tidak ada yang mendukung rencananya untuk membangun jalan tol yang menghubungkan kota Samarinda dan Balikpapan itu.

Jalan tol dinilai tidak layak secara ekonomi, tidak layak juga secara finansial. Penolakan  datang dari DPRD, masyarakat, LSM, pegiat lingkungan dan lainnya.

"Saya lalu berpikir keras bagaimana memecahkan problem ini. Akhirnya saya ambil diskresi dengan kebijakan APBD Rp3 triliun," kata Awang mencoba mengingat kembali. Penolakan justru lebih kencang mengarah padanya ketika penetapan lokasi jalan tol ternyata melintasi Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

"Saya yakinkan Menteri PU, saya yakinkan Presiden. DPR  juga. Mana penting 18 IUP tambang batu bara atau jalan tol di Tahura Bukit Soeharto? Akhirnya mereka setuju perubahan tata ruang areal konservasi menjadi APL (Areal Penggunaan Lain)," sebut Awang bersemangat. 

"Sejak itu saya lega. Dan proyek jalan tol kemudian menjadi proyek strategis nasional," tambahnya. Menurut mantan Bupati Kutai Timur, peresmian jalan tol ini sudah seharusnya menjadi kegembiraan bagi semua warga Kalimantan Timur. 

Awang Faroek yang kini duduk di Parlemen Senayan menjadi salah satu tamu terhormat dalam peresmian jalan tol ini. (sul/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait