Bapenda Kaltim Eksis Tingkatkan PAD, Ismiati Optimis Desember Terget PKB 100 Persen

 

Bapenda Kaltim Eksis Tingkatkan PAD, Ismiati Optimis Desember Terget PKB 100 Persen  

 

SAMARINDA - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim  terus berupaya  dan eksis meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)  khususnya pajak kendaraan bermotor  (PKB). Ditargetkan Desember ini, realisasi PKB mencapai 100 persen. Kepala Bapenda Kaltim Dra Hj Ismiati  mengatakan, kalau berbicara pendapatan daerah, tentu tidak akan terlepas dari  komponen pajak daerah, dimana dalam pajak daerah tersebut terdapat tugas dan fungsi atau kegiatan  yang menjadi tanggung jawab Bapenda dalam upaya peningkatan pajak asli daerah melalui PKB.

 

Dikatakan penerimaan sekarang setidaknya  sudah mencapai  Rp 2 triliun, baik  pajak kendaraan motor (PKB),  bea balik nama kendaraan bermotor  (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB). "Berdasarkan realisasi dari  sistem data bese Bapenda Kaltim PKB dari target Rp770 miliar. Insya Allah, Desember mendatang bisa mencapai 100 persen. Karena saat ini posisi sudah mencapai 95 persen," kata Ismiati, Minggu (26/11).

 

Sementara BBNKB posisi sekarang sudah mencapai 100 persen, kemudian PBBKB ditargetkan Desember bisa mencapai 100 persen. "Masih  ada waktu sampai Desember. Kita harapkan PKB dan PBBKB bisa  mencapai 100 persen," ujarnya. Ditambahkan, Bapenda Kaltim terus melakukan upaya dalam peningkatan PKB, seperti penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pembebasan Sanksi Administrasi dan Denda Pajak Kendaraan. Mereka juga melakukan kerjasama dengan perbankan dan PT Pos Indonesia.

 

Inovasi Bapenda lainnya menyediakan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Desa dan Samsat Terapung. Dengan E-Samsat masyarakat bisa membayar pajak kendaraannya melalui ATM. "Kemudahan yang diberikan kepada waib pajak  dinilai mampu meningkatkan kesadaran membayar pajak. Kita harapkan penerimaan PAD untuk pajak kendaraan bermotor bisa tercapai dan bisa lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya," kata Ismiati.  (mar/sul/ri/humasprov)

 

Berita Terkait