Beragam Etnis dan Agama Hidup Berdampingan

FKUB Kaltim Kunjungi Rumah Ibadah di Medan

MEDAN - Sebagai salah satu dari empat forum yang memiliki peran penting dan strategis dalam upaya mewujudkan suasana kehidupan bermasyarakat yang aman dan kondusif di Kaltim, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim terus berupaya menggali dan mempelajari kebijakan dan program dari daerah lain di Indonesia terkait dengan kerukunan hidup antar umat beragama.
Pada kunjungan kerja (kunker) Medan-Sumatera Utara, selain melakukan studi banding dengan FKUB Sumut, jajaran FKUB Kaltim juga berkesempatan mengunjungi rumah ibadah dari sejumlah agama yang ada di Medan, Sumatera Utara .
Masjid Raya Al Mashun menjadi tujuan pertama rombongan FKUB Kaltim yang dipimpin Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy. Di Mesjid yang dibangun pada era 1800 ini, rombongan FKUB Kaltim menyempatkan untuk solat dzuhur berjamaah yang juga diikuti oleh Wagub Sumut H Tengku Erry Nuradi.
Kemudian kunjungan dilanjutkan ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang merupakan gereja tertua di Medan. Selanjutnya, rombongan FKUB Kaltim mengunjungi Rumah Ibadah Umat Hindu yang berjarak kurang lebih 50 meter dari GKI Medan. Kunjungan diakhiri di Vihara Maitreya yang merupakan salah satu Vihara terbesar di Asia Tenggara.
Ketua FKUB Kaltim H Asmuni Ali mengungkapkan banyak hal yang dapat diambil pada kesempatan kunker FKUB ke Medan kali ini. Karena dengan keanekaragaman dan kemajemukan etnis yang ada, namun masyarakatnya dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai.
"Kita bisa melihat jarak antara rumah ibadah agama satu dengan lainnya yang berdekatan, demikian juga dengan umat mereka yang saling menghargai dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Ini adalah salah satu hal yang bisa diterapkan di Kaltim," kata Asmuni Ali, Selasa (8/10).
Asmuni menjelaskan kerukunan hidup antar umat beragama di Medan dan Sumut juga tidak terlepas dari peran pemuka-pemuka agama yang mampu menjalin kerukunan yang baik. Kemajemukan etnis yang ada di Sumut hampir mirip dengan Kaltim, yang juga biasa disebut dengan Indonesia mini.
"Kami sudah banyak belajar baik dari program dan kebijakan juga terkait dengan manajemen serta penganggaran dari FKUB Sumut. Selain itu, satu hal yang patut diapresiasi dan bisa dijadikan contoh di Kaltim adalah dimana ketika adanya potensi konflik karena hal-hal kecil, maka FKUB Sumut menjadi yang terdepan dalam upaya pencegahan," jelasnya.
FKUB Kaltim, lanjut dia, bersama dengan ketiga forum lainnya, yakni Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) akan terus saling berkoordinasi dan berkomunikasi dalam upaya menciptakan dan mewujudkan keamanan dan ketentraman di Kaltim.
"Setiap masalah atau potensi yang ada semua harus mengetahui sehingga tidak sampai terjadi konflik. Disinilah peran empat forum ini sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat di Kaltim," pungkasnya. (her/hmsprov).

///FOTO : Wagub Kaltim H Farid Wadjdy (kiri) dan Wagub Sumut H Tengku Erry Nuradi ketika mengunjungi Masjid Raya Al Mashun di Medan.(heru/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
LENSA KALTIM MAJU 2018
LENSA KALTIM MAJU 2018

26 Juli 2014 Jam 00:00:00
Agama

FKUB Kaltim Serukan Pilpres  Damai
FKUB Kaltim Serukan Pilpres Damai

07 Juli 2014 Jam 00:00:00
Agama

Wagub: Rukun, Damai Amalkan Agama
Wagub: Rukun, Damai Amalkan Agama

07 Juni 2013 Jam 00:00:00
Agama

Waspadai Bahaya Konsumerisme
Waspadai Bahaya Konsumerisme

05 Juli 2013 Jam 00:00:00
Agama