Budaya Kaltim Dilestarikan
Lewat Film Dokumenter agar Tidak Hilang dan Ditinggalkan
 
SAMARINDA – Film dokumenter diharapkan dapat mengangkat tema sejarah, sosial,  kekayaan seni, budaya dan kepariwisataan di Kaltim dalam bentuk yang lebih menarik untuk dinikmati.
Demikian harapan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  (Disbudpar) Kaltim, H.M Aswin saat penutupan Pelatihan Peningkatan SDM Perfilman di Daerah, kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim di Samarinda, Jumat (5/7).
"Banyak sejarah dan kekayaan seni-budaya di Kaltim yang belum terdokumentasikan dengan baik. Film dokumenter diharapkan menjadi salah satu cara untuk pelestariannya," ujarnya.
Aswin mencontohkan, rumah-rumah masyarakat Kutai, Banjar dan Bugis yang ada di Samarinda dan Tenggarong banyak yang hampir punah karena terganti dengan rumah-rumah modern. Apalagi keberadaan rumah-rumah ini memiliki ciri dan motif bangunan yang khas. 
Begitupun dengan berbagai macam kesenian tari tradisional, budaya dan obyek wisata  yang tersebar di 14 kabupaten/kota telah banyak yang mulai hilang dan ditinggalkan oleh masyarakat.
Untuk merangsang para pembuat film pendek dan dokumenter berkreasi, Disbudpar Kaltim akan mencoba membuat festival film tingkat provinsi Kaltim, sebagai wadah bagi para sineas Kaltim mengembangkan kreatifitas.
Peserta yang berjumlah 50 orang dari sanggar seni dan komunitas film di seluruh Kaltim, diharapkan mampu menjawab semua tantangan untuk pendokumentasian suatu obyek agar dapat dikemas dalam sebuah film dokumenter yang mearik untuk diketahui.
Peran pemerintah, ujar Aswin, akan dilakukan melalui Taman Budaya dan pengalokasian dana yang lebih besar untuk pembuatan film dokumentasi. Sementara peran swasta adalah pendokumentasian sesuatu obyek yang memiliki nilai menarik yang memiliki nilai jual sebagai media hiburan.
“Peran masyarakat melalui sangar-sanggar seni dan komunitas film yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan mampu  membuat film dokumenter yang mengangkat tradisi dan nilai budaya Kaltim ke tingkat nasional dan internasional melalui karya film,” harap Aswin.(yul/hmsprov)
 
//Foto: KEMBANGKAN KREATIFITAS. HM Aswin menyerahkan sertifikat pada Peserta pada penutupan Pelatihan Peningkatan SDM Perfilman di Daerah. (yuliawan/humasprov kaltim).
 
Berita Terkait
Government Public Relation