Buka Rakor Rabies se-Kalimantan. Gubernur Isran Tekankan Masyarakat Jalani Pola Hidup Sehat

Gubernur Kaltim H Isran Noor (tengah) bersama Panitia dan Narasumber pada pembukaan Rakor Regional Rabies se-Kalimantan. (yuvita/humasprovkaltim).

BALIKPAPAN – Masyarakat perlu diberi pengetahuan yang cukup bagaimana menjalani Pola Hidup Sehat. Terutama, jika harus memelihara dan hidup berdampingan dengan Anjing dan Kucing. Karena jenis hewan tersebut bisa menularkan penyakit Rabies (Anjing Gila). “Kewajiban kita adalah merawatnya dengan baik,” kata Gubernur Kaltim Dr Ir H Isran Noor pada pembukaan Rapat Koordinasi Regional Rabies se-Kalimantan di Balikpapan, Senin  (22/4/2019) malam.

Rabies kata Isran, bisa terjadi pada manusia, tidak hanya karena gigitan Anjing. Tapi bisa Kucing, Kera dan lainnya. Padahal jenis hewan tersebut ada yang sangat familiar dalam kehidupan masyarakat Kalimantan. Dijadikan sebagai hewan peliharaan, penjaga rumah atau sebagai teman berburu di hutan. Karena itu,  penyakit ini cukup rumit dan hingga kini Kalimantan belum bebas dari Rabies.

Ditargetkan Kalimantan baru Bebas Rabies pada tahun 2028. “Semoga saja bisa terwujud melalui berbagai progran dan kegiatan yang dilakukan secara sinergis semua pihak terkait didukung penuh masyarakat,” harap Gubernur.

Sementara Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, Rabies dapat berdampak besar dan nyata pada kondisi sosial masyarakat bahkan menyebar secara luas menyebabkan kematian pada ternak atau hewan juga manusia. “Diharapkan dengan adanya pertemuan Rakorreg Rabies ini dapat membantu Kalimantan menjadi daerah yang bebas dari penyakit Zoonosis,” ujarnya.

Rakor dua hari ini 250 peserta terdiri Kepala Dinas Petermakan, Dinas Kesehatan dan instansi membidangi pertanian se-Kaltim, Kalsel, Kalbar, Kalteng dan Kalttara.

Kegiatan menghadirkan narasumber Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Anung Sugihantono, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kemendagri dan Direktur Kasmavet Kementerian Pertanian drh Syamsul Ma’arif MSi. Hadir pula narasumber dari Balai Veteriner Banjarbaru dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta.(ri/her/yans/humasprov kaltim)

Berita Terkait