Buka Usaha yang Dikuasai dan Disenangi

Dari Seminar dan Koseling PNS yang akan Purna Tugas (Bagian 2):

Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan Seminar dan Konseling bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Purna Tugas tahun 2018 di Yogyakarta 24-28 November lalu, merasa sangat puas karena mendapatkan banyak pengetahuan, pengalaman dan bertambahnya wawasan serta ksadaran, bahwa agar bisa berbahagia di masa pensiun, maka harus bersiap-siap dari sekarang.

Panitia seminar dan konseling BKD Kaltim dan Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia (LPKM) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menampilkan sejumlah narasumber, tidak hanya dari kalangan pemerintah, akan tetapi juga ditampilkan narasumber dari pelaku usaha sukses yang ada di Yogyakarta.

Kepala Disperindagkop DIY, Riyadi tak cuma bicara tentang kebijakan pembinaan Perindagkop, tapi juga berbagi pengalaman dalam membuka usaha. Antara lain diceritakan bagaimana dia mulanya memilih usaha buka kos-kosan karena Yogyakarta merupakan kota pendidikan yang didatangi banyak orang dari seluruh Indonesia untuk menjadi pelajar maupun mahasiswa. Kiatnya membuka usaha tidak hanya bermodal uang, tapi merurutnya harus dibarengi dengan kekuatan niat dan adanya peluang.

”Selain itu, usaha harus ditopang pula dengan kesungguhan dan kejujuran, jangan katakan saya tidak bisa atau tidak mampu, tapi teruslah berusaha walau harus dimulai dari bawah. Dengan kekuatan niat dan kesungguhan berusaha, yakinlah kita juga akan sukses mencapai cita-cita,” katanya.

Selaku pejabat, di sela pekerjaannya, Riyadi juga mengaku selalu berusha membantu dan melakukan pembinaan pada masyarakat. Diceritakan, dia kenal dengan seorang yang punya kemampuan lobi yang baik, yakni seorang penjual tiket peswat udara. Dia menyarankan, mengapa tidak saja sekalian membuka usaha biro perjalanan (travel).

Atas petunjuknya, akhirnya usaha travel dijalankan dan hingga sekarang telah berkembang menjadi biro perjalanan yang ternama, meskpun mulanya hanya didukung dengan bekal buku agenda yang di dalamnya terdapat nama-nama pejabat dan alamat kantor. ”Saya suruh dia menghubungi nama dan alamat tersebut dan nyatanya bisa, asal ada kemajuan dan niat yang sungguh-sungguh,” katanya lagi.

Pada seminar dan konseling, para peserta banyak mendapat arahan dan bimbingan, termasuk saran-saran yang sangat berguna dalam menjalani masa pensiun. Psikolog UGM Mulyadi misalnya menyarankan agar mereka yang akan purna tugas benar-benar memikirkan secara matang, apa yang akan dikerjakan kelak. ”Jangan gegabah menentukan pilihan, tapi jika memang mau berbisnis, mulailah dengan usaha yang benar-benar dikuasai dan disenangi,” katanya.

Aditiya mewakili pimpinan usaha batik Raradjonggrang yang cukup terkenal di Yogyakarta di kesempatan yang sama mengatakan, untuk menjadi seorang wirausahawan harus tahan banting, artinya harus mampu bertahan walau mendapat banyak masalah dan tantangan. Disebutkan, usahanya sempat mendapat persaingan sesama usaha batik pada tahun 1970’an, kemudian mengalami dampak krisis moneter tahun 1990’an dan musibah gemba bumi di tahun 2006. ”Tapi dengan kerja keras dan inovasi, kami bisa bertahan hingga sekarang,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ratijo Harjo Suwarno, seorang pengusaha jamur yang pertama kali membuka usaha dengan modal Rp 5 juta. Dia mengatakan, ”Setiap usaha pasti ada masalah dan kendalanya, tapi teruslah berusaha. Mulailah berubah hari ini untuk masa depan yang lebih baik”.

Sementara itu Eka Julianti dari Bankaltim yang turut ditampilkan sebagai pembicara mendapat perhatian para peserta yang berminat mendapatkan modal usaha jika pensiun nanti. Dia mengungkapkan, Bankaltim siap memberi bantuan sesuai dengan ketentuan yang ada. ”Hingga kini Bankaltim sudah mengucurkan kredit lebih kurang mencapai Rp 7 triliun dengan sekitar 69 ribu nasabah.

”Tapi saya mengingatkan, jika ingin buka usaha harus usaha yang prospektif, jangan asal buka usaha karena punya modal,” katanya sembari mengatakan usaha kontrakan, rumah sewa dan kos-kosan di Samarinda masih baik, sawit bermasalah karena terbatasnya dukungan infrastruktur. Begitu pula dengan pertambanga batu bara. (hadri/bersambung).

Foto: INGIN SUKSES. Peserta mengunjungi industri kerajinan batik. (hadri/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait