Datangi Ribuan Pendemo UU Cipta Kerja, Isran : Dokumen Ada, Saya Bawa ke Presiden

Foto : Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi berinisiatif datang ke DPRD Kaltim demi mendengar aspirasi mahasiswa dan buruh soal protes mereka terkait UU Cipta Kerja. (ahmad riyandi/humasprov kaltim)

SAMARINDA - Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Wakil Gubernur H Hadi Mulyadi secara khusus datang ke Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar Samarinda, Senin (12/10/2020). Di Gedung wakil rakyat itu, ribuan mahasiswa dan buruh sedang berdemonstrasi.

 

 

Hadir menyambut kedua pemimpin Benua Etam ini, Wakil Ketua DPRD Kaltim HM Samsun dan Sigit Wibowo, Ketua Fraksi PKB Syafrudin dan Sutomo Jabir.

Tampak pula Danrem 091 ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, Anggota Komisi III  H Agus Aras dan Ketua Pokdar Kamtibmas Kaltim Abraham Ingan.

 

 

Tegas Gubernur Isran Noor mengatakan kedatangannya ke lembaga legislatif Kaltim ini atas keinginan sendiri dan tidak ada yang mengundang. 

 

 

"Saya tau ada adik-adik mahasiswa berdemo. Tapi saya datang sendiri ke sini. Siapa tau ada yang mau disampaikan, insyaallah saya siap menyampaikan aspirasinya," ujar Gubernur Isran Noor kepada puluhan awak media di Gedung B DPRD Kaltim, Karang Paci Samarinda. 

 

 

Kembali mantan bupati Kutai Timur ini menegaskan dirinya siap berkomunikasi dengan para demonstran. Sebagai pemerintah daerah ujarnya, harus bisa memfasilitasi keinginan warganya.

 

 

Menurut dia, kalau memang ada aspirasi atau dokumen yang ingin disampaikan ke pemerintah pusat, Gubernur siap meneruskan aspirasi tersebut. 

"Kalau ada aspirasi, mana dokumennya. Saya akan langsung sampaikan ke Presiden dan DPR-RI bersama pimpinan DPRD Kaltim," jelasnya. 

 

 

Gubernur mengingatkan apa pun yang menjadi tuntutan para pendemo, dirinya selaku kepala daerah tidak ada hak menolak. Sebaliknya, siap menyampaikan aspirasi masyarakat ke pihak atau lembaga yang dimaksudkan.

 

 

Demo mahasiswa dan buruh di Kaltim kali ini merupakan hari kedua setelah Kamis (8/10/2020) juga berdemo di DPRD Kaltim, terkait penolakan omnibus law UU Cipta Kerja. (yans/sdn/sul/adv)

Berita Terkait