Deteksi Bakat Atlet Sejak Dini

48 Guru Ikuti Pelatihan Pemandu Bakat

 

SAMARINDA–Untuk memperoleh atlet unggul maka perlu dilakukan deteksi bakat sejak usia dini bagi siswa tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutas atas, maka Dinas Pemuda dan olahraga melatih guru olahraga dan guru pendidikan jasmani dan kesehatan.

Menurut Staf Ahli Gubernur bidang Pendidikan dan Kebudayaan Dr H Sigit Muryono  saat mewakili Gubernur Awang Faroek Ishak mengemukakan kemampuan para guru olahraga dan penjaskes sangat penting dalam melalukan identifikasi bakat siswa didiknya.

”Kemampuan para guru mengidentifikasi bakat khususnya kemampuan olahraga siswa didiknya tentu akan mampu melahirkan atlet unggul dan berprestasi,” ujar Sigit Muryono pada pelatihan pelatih pemanduan bakat se-Kaltim 2014 di Samarinda, Jumat (19/9).

Kegiatan yang diikuti 48 guru olahraga dan guru penjaskes se-Kaltim ini diharapkan dengan pengetahuan dan kiat-kiat tertentu yang diperoleh para guru dan pemandu bakat dapat mencari bakat di setiap sekolah khususnya sekolah di Kaltim.

Selain itu, pemanduan bakat bertujuan untuk mengikutsertakan sebanyak mungkin anak-anak dalam proses pemanduan (screening). ”Kemungkinan menemukan anak yang berbakat akan meningkat apabila lebih banyak yang diikutkan dalam proses pemilihan,” ujarnya.

Bagi  dinas/instansi terkait dalam pengembangan pemanduan bakat olahraga, diharapkan bersungguh-sungguh dalam penanganan guru olahraga maupun guru Penjaskes di Kaltim sehingga diperoleh atlet-atlet yang berbakat dan memiliki potensi untuk mencapai prestasi.

Sementara itu narasumber dari Universitas Negeri Yogyakarta Ria Lumunwarso mengemukakan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan bakat para siswa sekolah untuk menghasilkan atlet yang berprestasi dan unggul.

”Siswa yang berbakat usia sepuluh tahun akan berprestasi dan unggul pada usai pelatihan dan pemaduan bakat sepuluh tahun berikutnya itupun masa pelatihan dan pemaduan bakat dalam waktu minimal,” ujar Ria Lumunwarso.

Namun demikian lanjut Ria, diperlukan kemamnpuan dan keahlian serta keterampilan para guru olahraga dan guru penjaskes untuk mendeteksi bakat yang dimiliki para siswa didiknya termasuk kemampuan dalam memberikan pemanduan bakat secara berkelanjutan.

Pelatihan pelatih pemanduan bakat dilaksanakan selama tiga hari sejak 19-21 September dan diikuti 48 peserta terdiri dari pelatih dan pemandu bakat serta guru olahraga dan guru penjaskes se-Kaltim.(yans/sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation