Disbun Sertifikasi 2,2 Juta Bibit Sawit

Disbun Sertifikasi 2,2 Juta Bibit Sawit

 

SAMARINDA - Sepanjang tahun 2014, Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) telah melakukan sertifikasi terhadap 2.276.291 kecambah kelapa sawit.

“Ini sesuai dengan jumlah keperluan benih sawit. Sepanjang tahun 2014 kami telah menerbitkan Surat Persetujuan Penyaluran Benih Kelapa Sawit (SP2B-KS) untuk 2,27 juta kecambah dari sumber benih resmi yang ditunjuk Kementerian Pertanian,” sebut Kepala Disbun Kaltim Hj Etnawati.

Proses  sertifikasi menurut Etnawati untuk memberikan jaminan bagi masyarakat pekebun terhadap mutu fisik, fisiologis dan genetis benih sawit. Sebab, benih merupakan faktor awal dan kunci utama dalam keberhasilan usaha perkebunan.

Pentingnya sertifikasi benih sawit lanjut dia, diantaranya guna mencegah terjadinya peredaran benih sawit palsu (tidak bersertifikat) yang saat ini kondisinya semakin marak beredar di masyarakat.

Berkaitan hal tersebut, Etnawati mengimbau agar petani maupun pengusaha perkebunan untuk selalu membeli benih maupun bibit bersertifikat. Ini bertujuan untuk menjamin kualitas benih maupun bibit yang ditanam.

“Jangan sampai sudah tahunan ditanam dan menghabiskan banyak biaya khususnya selama pemeliharaan tanaman namun ternyata tidak membuahkan hasil atau produksi tidak optimal bahkan tidak berbuah karena menggunakan benih atau bibit palsu,” jelasnya.

Untuk menjamin kualitas benih maupun bibit, masyarakat diminta membeli hanya pada sumber benih resmi yang ditetapkan Kementerian Pertanian dan di Indonesia hanya ada sepuluh perusahaan yang ditetapkan sebagai sumber benih resmi.

Adapun sepuluh perusahaan tersebut yakni Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT Socfindo Medan, PT London Sumatera (Lonsum) Medan, PT Bina Sawit Makmur (Sampoerna Agro) Sumatera Selatan dan PT Dami Mas (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Pekanbaru.

Kemudian  PT Tunggal Yunus Estate (Asian Agri Group) Riau dan PT Tania Selatan (Wilmar International) Sumatera Selatan, PT Bakti Tani Nusantara Batam, PT Sarana Inti Pratama (Salim Grup) Pekanbaru dan PT Sasaran Eksan Mekarsari (Mekarsari) Bogor.

Selain telah disertifikasi benih sawit 2,27 juta kecambah, Disbun juga menyertifikasi bibit sawit 1,13 juta pohon, karet 1,05 juta bibit, entres karet 4,498 batang,  kopi 5.075 bibit, lada 48.175 bibit,  aren 10.450 bibit dan benih aren sebanyak 7.210 kecambah.

“Adanya ketersediaan benih kelapa sawit bersertifikat diharapkan mampu mendukung pencapaian target satu juta hektar sawit tahap dua pada tahun 2018," ujar Etnawati. (yans/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation