Dispora Latih Pemuda Berwirausaha Tanaman Hidroponik


SAMARINDA - Mewujudkan pemuda yang kreatif dan andal dalam berbagai bidang, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim memberikan pembinaan keterampilan tentang usaha tanaman hidroponik bagi 50 pemuda di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pelatihan tersebut digelar pada 20-22 April 2016 dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pemuda agar dapat berwirausaha tanaman hidroponik. ”Pemuda Kaltim harus mengubah pola pikir yang selama ini masih melekat diantaranya keinginan untuk menjadi pegawai di berbagai perusahaan, maupun menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Karena itu, pemuda Kaltim harus menjadi motor dengan berpikir maju untuk menjadi wirausaha muda,” kata Kepala Dispora Kaltim Fachruddin Djaprie dikonfirmasi di Samarinda, Kamis (21/4). Pelatihan tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang secara langsung berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan, serta mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat. Kewirausahan merupakan salah satu dimensi penting dalam membentuk jiwa pemuda Indonesia, disamping jiwa kepemimpinan dan kepeloporan sehingga kewirausahaan pemuda perlu dikembangkan untuk mendorong kemandirian pemuda di bidang ekonomi, mengingat tingkat pengangguran di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. ”Karena itu, Dispora Kaltim melalui Bidang Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga, berkomitmen tinggi untuk terus menumbuhkembangkan kewirausahaan pemuda, salah satunya dengan menggelar pelatihan tersebut. Harapannya agar pemuda Kaltim berpikir mandiri untuk kemudian nantinya menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya. Setelah kegiatan tersebut, sebanyak 10 peserta terbaik akan diberi kesempatan untuk mengikuti orientasi lapangan yang meliputi cara menanam, merawat, mengatasi hama, panen dan membungkus sayur sistem hidroponik di Kebun Sayur Surabaya, Jawa Timur. Pelatihan ini dipilih karena sistem budidaya hidroponik memungkinkan para peserta bercocok tanam tanpa tanah dan sangat memungkinkan diterapkan di dalam ruangan atau indoor. Keuntungannya, tanaman lebih bersih, tidak tergantung musim, relatif bebas hama, perawatannya mudah, memiliki unsur dekoratif dan bahkan menjadi pilihan usaha agribisnis yang menguntungkan. ”Peralatan yang digunakan juga dapat diusahakan secara sederhana, bisa menggunakan barang bekas seperti bekas botol air mineral sebagai wadah media tanam, penyaluran nutrisi ke tanaman dapat menggunakan sistem alir atau tetes. Hal ini menandakan bahwa hidroponik dapat diaplikasikan di mana pun dengan menggunakan wadah media apapun,” jelasnya. (jay/sul/humasprov
Berita Terkait