Ekstrim, Perjalanan ke Soke dan Gerunggung

Ekstrim, Perjalanan ke Soke dan Gerunggung

BONGAN - Kunjungan jurnalistik  dalam rangka Proklim+ menuju Kampung Tanjung Soke dan Kampung Gerunggung Kecamatan Bongan Kutai Barat penuh ketegangan.

Salah satu peristiwa yang tidak mungkin dilupakan adalah saat pulang dari Kampung Tanjung Soke. Dimana salah satu mobil rombongan jurnalis, kru Biro Humas hampir masuk jurang.

Peristiwa itu terjadi saat rombongan kembali pulang. Dimana, pada malam hari Tanjung Soke sudah diguyur hujan, sehingga  jalan  akses sepanjang 9 Km itu sangat licin dan berlumpur. Tidak seperti saat rombongan datang, jalan masih kering.

Peristiwa mobil rombongan Humasprov  yang  hampir masuk jurang terjadi  di  Km 3 dari kampung.

Saat hujan, sebagian jalan penuh dengan  kubangan lumpur, sekitar lima meter dari kubangan terdapat jembatan kayu dengan panjang  hampir 1,5 meter. Namun di tengah jembatan terdapat kayu yang sudah lapuk, sehingga menimbulkan lubang menganga selebar 60 Cm.

Disinilah awal musibah terjadi, walaupun sebelumnya 3 mobil rombongan berhasil lolos melewati jembatan tersebut.

Yudi driver yang membawa kru Humas (Umar, Rian, Fathur dan Cinthia) akan melewati jembatan tersebut. Namun penuh dengan keraguan, sehingga harus turun untuk mengeceknya, bahkan sempat diperingatkan salah satu kru Humas.

"Bagaimana mas, aman ajakah untuk dilewati," tanya Umar. Dengan penuh keyakinan Yudi menjawab aman.

Akhirmya dengan perlahan  mobil melewati jembatan tersebut. Namun karena tanahnya basah, jalan disebelah kiri longsor dan mobil ikut terprosok membuat posisi kendaraan miring sebab  ban belakang sebelah kiri sudah menggantung diatas jurang. 

Untungnya driver maupun kru Humas tidak panik saat kejadian. Perlahan satu persatu penumpang keluar mobil. Namun dua mobil  rombongan yang berada di belakang sangat panik dan menyangka mobil masuk ke jurang  yang dalamnya kurang lebih 10 meter.

Setelah berhenti, beberapa kru lainnya langsung  datang untuk memberikan pertolongan. Melihat kondisi mobil yang terperosok, maka jalan satu-satunya harus ditarik.

Namun pada saat itu harus menggunakan dua tali sementara yang ada hanya satu. Dipimpin Husaini Labib dan Ahmad  Wijaya meminta kepada salah satu mobil untuk mencari pinjaman tali di Desa Deraya.

Setelah menunggu hampir 2 jam akhirnya bantuan datang (mobil hardtop) lengkap dengan win. Akhirnya setelah berjuang selama 5 jam, mobil berhasil ditarik dari bibir jurang.

Keberhasilan tersebut tentu berkat kerjasama  rombongan, sehingga perjalanan bisa  dilanjutkan kembali  menuju pulang ke Samarinda.

Cinthia, Rian dan Fathur yang sudah sering mendampingi media terkait Proklim plus dari program FCPF- CF ke beberapa daerah. Mengakui, kunjungan ke Kampung Tanjung Soke dan Gerunggung menjadi perjalanan yang sangat ekstrim. Sebab jalan akses kedua kampung sangat rusak parah, sampai mobil hampir masuk kurang.

"Dari sekian perjalanan yang sudah kita lalui, baru kali ini yang jalannya sangat rusak parah dan sangat ekstrim," terang Rian.

Bahkan sehari sebelumnya, rombongan yang akan mengunjungi Kampung Gerunggung juga gagal alias tidak sampai ke tujuan. Dikarenkan jalamya licin dan berlumpur, walaupun kendaraan yang digunakan rombongan semuanya mobil lapangan. Karena medannya sangat sulit dilalui, akhirnya rombongan tidak melanjutkan kunjungan ke Kampung Gerunggung yang merupakan Kampung pemekaran dari Kampung Tanjung Soke.

Akibat akses jalan yang belum memadai  tersebut membuat kedua kampung di Kecamatan Bongan masih terisolir dan akses jalan itu sangat dikeluhkan  masyarakat kedua kampung tersebut.(mar/her/yans/humasprov kaltim).

Berita Terkait