GSK akan Terbentuk Ketahanan Keluarga Tangguh

 

SAMARINDA – Program Gerakan Sayang Keluarga (GSK) yang telah dicanangkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak sebagai upaya memperkuat ketahanan dalam keluarga. Menurut Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Dr H Rusmadi, program tersebut tidak terlepas dari semakin meningkatnya permasalahan yang muncul dalam keluarga sekarang ini. “Gerakan ini (GSK) sebagai gerakan moral untuk memperkuat ketahanan keluarga yang tangguh. Sebab sekarang ini sudah mulai runtuh karena berbagai permasalahan,” katanya.

 

Gerakan yang lebih mengutamakan dan menguatkan jalinan ikatan keluarga ini lanjutnya, lebih menitikberatkan pada bagaimana membangun komunikasi sesama anggota dalam keluarga. Sebab ungkapnya, permasalahan yang muncul dalam keluarga selama ini karena tidak terjalin komunikasi yang harmonis sesama anggota keluarga baik anak, ibu dan ayah. Akibatnya, orang tua tidak mengetahui prilaku atau kegiatan anaknya karena kesibukan bekerja dan tidak terbangun komunikasi diantara mereka.

 

Akhirnya tidak sedikit anak-anak terkena masalah penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat/bahan berbahaya) serta terlibat kenakalan remaja dan pergaulan bebas. “Permasalahan ini kalau mau jujur setiap tahunnya semakin meningkat dan semua atau kebanyakan pelakukanya anak muda atau generasi produktif kita,” jelasnya.

 

Selain itu, tidak sedikit orang tua yang melakukan tindak kekerasan dalam keluarga sebab tidak terbangun keharmonisan dan komunikasi yang baik. Kondisi ini lanjutnya, dibuktikan dengan berbagai pemberitaan dalam media massa juga laporan dari pihak kepolisian maupun jumlah perkara gugatan (perceraian) di pengadilan. “Inilah kenapa kita perlu menggalakkan Gerakan Sayang Keluarga. Tidak lain untuk menyadarkan  kita semua betapa pentingnya komunikasi dan kepedulian dalam keluarga agar terbangun keharmonisan kehidupan dan ketahanan keluarga,” ungkap Rusmadi.(yans/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait