Gubernur : Tulus untuk Insan Pendidikan

*4th Kaltim Education Award 2013


SAMARINDA – Pemprov melalui Dinas Pendidikan Kaltim bekerjasama dengan Dewan Pendidikan Daerah Kaltim dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim kembali menggelar malam anugerah 4th Kaltim Education Award (KEA), pada Rabu (8/5) malam bertempat di GOR Serbaguna Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda.
Sebanyak 26 penghargaan diberikan kepada peserta didik, pendidik, satuan pendidikan, komite sekolah, pengawas sekolah, lembaga pendidikan, tutor dan pengelola pendidikan non formal (PNF), yayasan pengelola pendidikan, perusahaan peduli pendidikan, pers peduli pendidikan, kepala daerah peduli pendidikan, hingga tokoh masyarakat peduli pendidikan.
“Anugerah ini jangan dijadikan sebagai hadiah kejuaraan, melainkan sebuah penghargaan yang tulus kepada insan-insan yang peduli dan berjasa terhadap dunia pendidikan di Kaltim,” ujar Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Rabu malam (8/5).
Menurut dia, penghargaan yang diberikan mempunyai arti tersendiri, terlebih untuk Awang Faroek Ishak (AFI) Education Achievement Award yang diberikan kepada tokoh masyarakat Kaltim yang dianggap benar-benar mengabdikan hidupnya untuk memajukan pendidikan di Kaltim.
Selain itu, lanjut dia, pemberian anugerah KEA 2013 juga dilakukan untuk mendorong pembangunan pendidikan berkualitas di daerah. Ditegaskan, Pemprov tidak akan pernah membeda-bedakan sekolah negeri dengan sekolah swasta atau sekolah negeri dengan sekolah agama, karena semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Bupati/walikota dapat berlomba-lomba untuk menjadikan pendidikan sebagai program prioritas. Demikian juga kepada pengusaha yang memberikan perhatian lebih kepada pendidikan. Saya mengimbau CSR dari perusahaan hendaknya dapat menyentuh bidang pendidikan,” jelasnya.
Gubernur mengungkapkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sektor pendidikan di Kaltim semakin membaik dan menempatkan Kaltim pada papan atas nasional. Namun, sambung dia, ada beberapa hal yang menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, yakni pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pengentasan pendidikan di wilayah pedalaman, terpencil dan perbatasan, serta menuntaskan program Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun.
“Kita akan membuat Posko Anti Putus sekolah. Jadi tidak boleh ada anak di Kaltim yang putus sekolah hanya karena permasalahan biaya pendidikan. Semua akan ditanggung oleh pemerintah daerah,” tegasnya
Ditambahkan, Pemprov melalui Dinas Pendidikan juga terus berusaha meningkatkan kualitas guru melalui sertifikasi dan kompetensi sesuai amanah UU Guru dan Dosen, yakni pendidikan minimal S1 untuk guru, sedangkan untuk dosen pendidikan minimal S2 dan doktor.
Tidak hanya itu, kesejahteraan guru juga menjadi perhatian serius. Untuk itu, Gubernur Awang Faroek dalam waktu dekat akan mengajak bupati/walikota se Kaltim membuat Memorandum of Understanding (MoU) yang baru tentang pemberian insentif kepada guru di kabupaten/kota, sebagai bagian dari mengangkat harkat dan martabat seorang guru.
“Program Beasiswa Kaltim Cemerlang juga terus berjalan, yang diberikan kepada sekitar 30 ribu pelajar dan mahasiswa setiap tahunnya. Pada 2045 disaat indonesia berumur 100 tahun, saya yakin kita akan memiliki kualitas seumber daya manusia yang dapat dibanggakan dan dapat bersaing dengan negara-negara Asia Timur maupun Asean,” pungkasnya.
Turut hadir pada kesempatan itu, Direktur Pendidikan Kedubes Malaysia Puan Yahurin, Ketua DPRD Kaltim H Mukmin Faisyal, Plt Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Wakil Bupati Kutai Barat H Didik Effendi, Staf Ahli Gubernur bidang Sumber Daya Manusia Prof Dwi Nugroho Hidayanto, Staf Ahli Gubernur bidang Pendidikan Dr Bohari Yusuf dan Kepala Dinas Pendidikan H Musyahrim. (her/hmsprov).

//Foto: INSAN PENDIDIKAN. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama penerima award, satu diantaranya Bupati Kukar Rita Widyasari. (johan/humasprov kaltim).

 

No Kategori Penerima Penghargaan
1 Peserta Didik jenjang SD/MI Muhammad Mufti Sofyan Noor (SD Bunga Bangsa Samarinda)
2 Peserta Didik SMP/MTs Muhammad Khairul Fatah (SMP 1 Long Ikis Kabupaten Paser)
3 Peserta Didik SMA/MA Denissa Amelia Kawuryan (SMAN 10 Samarinda)
4 Peserta Didik SMK Anggi Tri Lukito (SMKN 1 Balikpapan)
5 Pendidik/Guru TK/RA Norlela (TK Negeri Pembina Melak Kubar)
6 Pendidik/Guru SD/MI Ari Yusnani (SD YPPSB 2 Sangatta Utara)
7 Pendidik SMP/MTs M Hatta (SMPN 1 Samarinda)
8 Pendidik SMA/MA Saleh (SMAN 4 Kabupaten Berau)
9 Pendidik SMK Soebari (SMKN 1 Balikpapan)
10 Guru Berdedikasi Lawing Ngau (SDN 001 Long Pahangai Kubar)
11 Lembaga Taman Pendidikan Al Quran (TPA) TPA Al Amin AURI Balikpapan
12 Satuan Pendidikan TK/RA TK Negeri 1 Pembina Tanjung Selor, Bulungan
13 Satuan Pendidikan SD/MI SDN 13 Penajam Paser Utara (PPU)
14 Satuan Pendidikan                SMP/MTs SMPN 1 Samarinda
15 Satuan Pendidikan SMA/MA SMAN 3 Tenggarong,   Kutai Kartanegara
16 Satuan Pendidikan SMK SMK YPK Tenggarong,  Kutai Kartanegara
17 Pengawas sekolah Hj Purwantini (Bontang)
18 Komite sekolah Komite SDN 004 (Nunukan)
19 Tutor Pendidikan Non Formal (PNF) Rusmini Hakim (PKBM Simanggaris Nunukan)
20 Pengelola Pendidikan Non Formal (PNF) Kusniwati (SPS Anggrek I Balikpapan)
21 Pers Peduli Pendidikan RRI  Samarinda
22 Yayasan Pengelola Pendidikan YPPSB Kabupaten Kutai Timur
23 Perusahaan Swasta Peduli Pendidikan PT Berau Coal
24 Tokoh Masyarakat Peduli Pendidikan Suyatman (Samarinda)
25 Bupati/Walikota Peduli Pendidikan Rita Widyasari (Kutai Kartanegara)
26 Awang Faroek Ishak (AFI) Education Achievement Award Tjutjup Suparna (Balikpapan)
Ustad Abdul Qadir Jaelani (Balikpapan)
H Hamri Haz (Samarinda)


 

Berita Terkait
Government Public Relation