Gubernur Ajak Masyarakat Kaltim Berdoa untuk Otsus

Kaltim bershalawat

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengajak seluruh rakyat Kaltim, khususnya umat muslim berdoa agar tuntutan otonomi khusus (otsus) untuk Kaltim dapat diterima Pemerintah Pusat.

Dengan berdoa bersama, diharapkan otsus bagi Kaltim dapat terwujud, sehingga mampu memberikan kontribusi besar terhadap kemakmuran rakyat. Harus diakui, hingga saat ini perkembangan pembangunan Kaltim, terutama infrastruktur masih berjalan lamban.

Padahal, Kaltim merupakan daerah penghasil devisa bagi negara dari eksploitasi sumber daya alam melimpah, namun kontribusi terhadap masyarakat daerah melalui program pembangunan oleh Pemerintah Pusat belum dapat dinikmati secara merata. Contoh, masih banyak pembangunan infrastruktur jalan yang belum tuntas, sehingga mengakibatkan banyak jalan yang rusak dan berlubang, bahkan masih banyak pula kawasan yang belum terhubung melalui jalur darat.

“Saat ini di media telah sering disampaikan, bahwa rakyat Kaltim tengah menuntut otonomi khusus kepada Pemerintah Pusat. Karena itu, tanpa dukungan doa tentu perjuangan rakyat Kaltim yang difasilitasi Pemprov Kaltim akan sia-sia. Karena itu, saya mengajak seluruh umat muslim di Kaltim untuk berdoa bersama agar tuntutan otsus terwujud,” kata Awang Faroek Ishak  memberikan sambutan pada Kaltim Bershalawat di Masjid Baitul Muttataqin Islamic Center Samarinda, Jumat malam (13/2).

Dengan dukungan doa tersebut diharapkan pintu hati para pejabat pusat terbuka untuk mengabulkan tuntutan otsus rakyat Kaltim.  “Karena itu, mari berdoa bersama untuk otsus,” seru Awang.

Selain itu, Kaltim Bershalawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf yang digelar BPD Kaltim diharapkan dapat menjadi momentum penting sebagai ajang kumpul bareng untuk bersahalawat dan berdoa bersama untuk kebaikan Kaltim.

“Semoga apa yang kita panjatkan didengar dan diijabah oleh Allah SWT,” sambung Gubernur. 

Menurut dia, bershalawat kepada Rasulullah dan berzikir mengingat serta mendekatkan diri kepada Allah SWT sangat penting. Terlebih di alam modern dan kehidupan manusia yang penuh dengan godaan dan cobaan ini.

Masyarakat tidak boleh lalai atau lupa pada Rasulullah SAW dan Sang Pencipta, Allah SWT, karena hanya dengan mengingat Rasulullah SAW dan Allah SWT memberikan kesadaran apa yang harus dikerjakan agar selamat di dunia dan di akhirat.

”Kita sering menyaksikan, betapa banyak manusia di muka bumi ini yang lupa, sehingga terjerumus pada lembah kehancuran, jalan yang sesat dan dimurkai Allah SWT. Karena itu, Nabi Muhammad SAW memberi pengajaran dan keteladanan bagi kaum muslimin dalam menempuh kehidupan di dunia, yaitu dengan bershalawat, mengingat, berdoa serta berzikir kepada Allah SWT,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPD Kaltim Zainuddin Fanani mengatakan tujuan Kaltim Bershalawat sebagai momentum untuk meningkatkan tali silaturrahim antar umat muslim di Kaltim. Selain itu, kegiatan tersebut merupakan rangkaian HUT BPD Kaltim ke-50 dan HUT Provinsi Kaltim ke-58. 

“Semoga dengan kegiatan ini warga Kaltim dapat meningkatkan ukhuwah, solidaritas dan saling hormat menghormati dengan sesama,” kata Zainuddin Fanani.

Kaltim Bershalawat dihadiri Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal HP, Ketua DPRD Kaltim H Syahrun dan Walikota Samarinda Syaharie Jaang serta seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim. Tampak ribuan masyarakat Kaltim memenuhi halaman depan Masjid Islamic Center Samarinda. (jaysul//hmsprov)

Foto: KHUSUK BERDOA. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (dudu) dan Wagub HM Mukmin Faisyal (kiri) bersama Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf dan jamaah lainnya pada acara Kaltim Bershalawat di Masjid Islamic Center. (syaiful/humasprov kaltim).

 
Berita Terkait
Government Public Relation